Story
Keiko Fujimori Resmi Dilantik sebagai Presiden Peru, Perpanjang Tren Konservatif di Amerika Latin

Summary
Keiko Fujimori dilantik sebagai presiden wanita pertama Peru, menandai kembalinya dinasti politik yang berpengaruh dan memperkuat pergeseran ke arah kanan di kawasan Amerika Latin di tengah tantangan ekonomi dan politik.
Keiko Fujimori resmi dilantik sebagai presiden Peru pada hari Selasa, menjadikannya kepala negara wanita pertama yang terpilih di negara tersebut. Pelantikan ini menandai kembalinya salah satu dinasti politik paling berpengaruh dan polarisasi di Peru, sekaligus memperpanjang tren pergeseran ke arah konservatif di seluruh Amerika Latin.
Arah Kebijakan dan Kabinet Baru
Presiden Fujimori, 51 tahun, mengisyaratkan niat untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan Amerika Serikat. Menurut laporan Reuters, ia menyatakan ada "ruang yang sangat signifikan" untuk kerja sama dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan tertarik agar Peru bergabung dengan inisiatif keamanan regional untuk memerangi kejahatan transnasional.
Untuk memimpin tim ekonominya, Fujimori telah menunjuk Elmer Cuba, mantan anggota dewan bank sentral, sebagai menteri ekonomi. Sementara itu, Carlos Espa, seorang mantan kandidat presiden, ditunjuk sebagai menteri luar negeri. Langkah ini dilihat sebagai upaya untuk membangun kepercayaan di kalangan investor dan mitra internasional.
Tantangan Politik dan Ekonomi
Meskipun menang, Fujimori menghadapi tantangan signifikan di dalam negeri. Ia mengalahkan kandidat sayap kiri Roberto Sanchez dalam salah satu pemilihan terketat dalam sejarah modern Peru. Sanchez menuduh adanya kecurangan pemilu tanpa memberikan bukti dan berjanji akan memimpin blok oposisi di Kongres.
AdPartai Popular Force yang dipimpin Fujimori diperkirakan akan menjadi blok minoritas terbesar di Kongres yang terfragmentasi. Kongres kini kembali ke struktur bikameral untuk pertama kalinya dalam tiga dekade, di mana koalisi Fujimori berhasil mengamankan kepemimpinan Senat, tetapi oposisi memenangkan kepemimpinan di majelis rendah. Situasi ini dapat menyulitkan pengesahan agenda legislatifnya.
Prospek bagi Investor
Peru, produsen utama tembaga dan mineral kritis, telah menunjukkan ketahanan ekonomi meskipun mengalami gejolak politik selama bertahun-tahun. Bank sentral baru-baru ini menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2026 menjadi 3,4%, didorong oleh permintaan domestik dan investasi yang lebih kuat.
Namun, perekonomian tetap rentan terhadap guncangan eksternal, seperti yang terlihat dari perlambatan tajam pada bulan Mei akibat anjloknya hasil perikanan. Bagi investor, pemerintahan Fujimori menawarkan potensi kebijakan yang lebih ramah pasar, tetapi risiko politik dari Kongres yang terpecah dan ketidakstabilan sosial tetap menjadi faktor yang perlu diawasi secara ketat.