Story

Indeks Komposit IDX Jakarta Anjlok 3,43% Akibat Aksi Jual Besar-besaran di Sektor Luas

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Oct 27, 20261 min read
Indeks Komposit IDX Jakarta Anjlok 3,43% Akibat Aksi Jual Besar-besaran di Sektor Luas
Text size
Background

Saham-saham Indonesia mengalami aksi jual tajam pada hari Selasa, dengan indeks acuan utama turun lebih dari 3% di tengah penurunan yang meluas. Indeks Komposit IDX ditutup turun 3,43% karena kerugian di sektor-sektor utama sangat membebani sentimen pasar.

Penurunan Luas Melanda Jakarta

Penurunan di Jakarta didorong oleh kerugian signifikan di sektor Infrastruktur, Keuangan, dan Pertanian, menurut data pasar. Sentimen negatif meluas, dengan saham yang turun jauh lebih banyak daripada saham yang naik.

Angka breadth pasar dari Bursa Efek Jakarta menggarisbawahi nada bearish sesi tersebut. Sebanyak 695 saham turun dibandingkan hanya 76 yang naik, sementara 61 saham berakhir tidak berubah.

Pergerakan Saham yang Menonjol

Beberapa perusahaan individu mengalami penurunan harga saham yang tajam, memimpin penurunan pasar. Saham dengan kinerja terburuk sesi tersebut antara lain:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Acset Indonusa Tbk (JK:ACST), yang turun 10,00%.
  • Sumber Mas Konstruksi Tbk PT (JK:SMKM), turun 9,88%.
  • Wira Global Solusi Tbk PT (JK:WGSH), yang juga turun 9,88% mencapai titik terendah baru dalam 52 minggu.

Meskipun terjadi penurunan yang meluas, beberapa saham melawan tren tersebut. Mitra Komunikasi Nusantara Tbk PT (JK:MKNT) menjadi saham yang berkinerja lebih baik, naik 14,29% mencapai titik tertinggi dalam tiga tahun.

Latar Belakang Mata Uang dan Komoditas

Penurunan pasar saham bertepatan dengan pelemahan mata uang lokal. Rupiah Indonesia melemah terhadap dolar AS, dengan pasangan USD/IDR naik 0,26% menjadi 18.142,70.

Pergerakan ini terjadi bersamaan dengan penguatan dolar AS secara luas, karena Indeks Dolar AS Berjangka naik 0,20%. Di pasar komoditas, harga minyak mentah naik sementara harga emas berjangka turun selama sesi perdagangan.

Back to latest news

LATEST