Story
Saham Italia Turun karena Saham Industri dan Teknologi Menekan Pasar

Summary
Indeks saham acuan Italia, Investing.com Italy 40, ditutup turun 0,90% pada hari Kamis, tertekan oleh kerugian signifikan di sektor industri dan teknologi. Produsen mobil Stellantis mencapai titik terendah dalam 5 tahun, sementara saham-saham energi naik di tengah reli harga minyak.
Saham-saham Italia ditutup lebih rendah pada hari Kamis, dengan indeks acuan turun karena pelemahan di sektor teknologi dan industri membebani sentimen pasar. Indeks Investing.com Italy 40 mengakhiri sesi dengan penurunan 0,90%.
Penurunan Luas di Milan
Aksi jual di Bursa Saham Milan bersifat luas, dengan data penutupan menunjukkan bahwa saham yang turun lebih banyak daripada saham yang naik dengan selisih 486 berbanding 209, sementara 46 saham berakhir tanpa perubahan. Kerugian dipimpin oleh penurunan di sektor Perjalanan & Rekreasi, Teknologi, dan Industri, menurut Investing.com.
Saham yang Tertinggal dan yang Terdepan
Beberapa perusahaan industri besar menghadapi tekanan jual yang signifikan. Saham-saham dengan kinerja terburuk pada indeks acuan meliputi:
- Fincantieri SpA (BIT:FCT), yang turun 5,47%
- Stellantis NV (BIT:STLAM), yang turun 4,31%
- Prysmian SpA (BIT:PRY), yang turun 3,85%
AdPerlu dicatat, saham perusahaan otomotif Stellantis NV jatuh ke level terendah dalam 5 tahun selama sesi perdagangan. Sebaliknya, beberapa perusahaan melawan tren negatif, dengan raksasa energi Eni SpA (BIT:ENI) naik 1,39%, diikuti oleh Poste Italiane SpA (BIT:PST) dengan kenaikan 0,98%.
Konteks Pasar yang Lebih Luas
Kinerja positif saham-saham energi seperti Eni bertepatan dengan reli tajam di pasar minyak global. Kontrak berjangka minyak mentah WTI untuk pengiriman November melonjak 4,84% menjadi $96,62 per barel, sementara minyak Brent untuk pengiriman November naik 4,81% menjadi $108,04 per barel.
Di pasar komoditas lainnya, kontrak berjangka emas untuk pengiriman Desember turun 0,69%. Di pasar valuta asing, pasangan EUR/USD sedikit berubah di 1,14, sementara Indeks Dolar AS Berjangka, yang mengukur nilai dolar AS terhadap sekeranjang mata uang, naik 0,22%.