Story

Irak Sepakati Kontrol Dolar Baru untuk Lanjutkan Pengiriman Uang Tunai dari AS

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 13, 20262 min read
Irak Sepakati Kontrol Dolar Baru untuk Lanjutkan Pengiriman Uang Tunai dari AS
Text size
Background

Irak dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah AS untuk menerapkan kontrol baru yang ketat guna mencegah dolar AS jatuh ke tangan Iran dan sekutu milisinya. Kesepakatan ini mengakhiri penangguhan pengiriman mata uang fisik dari AS ke Baghdad yang telah berlangsung selama empat bulan, menurut laporan dari The Wall Street Journal yang mengutip pejabat AS dan Irak.

Rincian Kesepakatan

Berdasarkan perjanjian tersebut, pemerintah Baghdad berkomitmen untuk mencegah Iran dan sekutunya memperoleh dolar melalui bisnis penukaran mata uang di Irak. Selain itu, Irak akan mengawasi pembayaran gaji kepada anggota milisi yang bersekutu dengan Iran untuk memastikan dana tidak disalahgunakan.

Pengiriman uang tunai, yang diangkut dengan pesawat kargo sewaan pemerintah Irak, dilaporkan telah dilanjutkan pada akhir bulan lalu. Langkah ini memulihkan akses penting pemerintah Perdana Menteri Ali Al Zaidi terhadap uang tunai yang dihasilkan dari penjualan minyaknya.

Latar Belakang Penangguhan

Departemen Keuangan AS menghentikan pengiriman uang kertas ke Irak pada akhir Februari, bertepatan dengan dimulainya perang Iran. Penangguhan ini memutus akses Baghdad terhadap pendapatan minyaknya, yang disimpan di Federal Reserve Bank of New York.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Washington yang lebih luas untuk menekan Baghdad agar mengurangi hubungannya dengan Teheran. AS menuduh Iran telah menggunakan Irak sebagai sumber dolar untuk menghindari sanksi Amerika. Selama penangguhan, Federal Reserve, atas perintah Departemen Keuangan, membatalkan setidaknya dua pengiriman uang tunai, termasuk satu pengiriman senilai sekitar $500 juta.

Implikasi bagi Pasar dan Ekonomi Irak

Penangguhan pengiriman dolar telah memberikan tekanan finansial yang signifikan pada Irak, yang sangat bergantung pada uang tunai fisik untuk operasional pemerintah dan stabilitas ekonomi. Pemulihan pengiriman ini krusial untuk menstabilkan pasokan mata uang keras di pasar lokal dan menjaga kepercayaan pada sistem perbankan Irak.

Bagi investor, kesepakatan ini menandakan potensi de-eskalasi dalam tekanan finansial AS terhadap Irak dan upaya untuk membawa Baghdad lebih dekat ke Washington pasca-konflik. Namun, keberhasilan jangka panjang akan bergantung pada kemampuan Irak untuk secara efektif menerapkan kontrol yang telah disepakati untuk membatasi pengaruh finansial Iran di dalam negerinya.

Back to latest news

LATEST