Story

Pemimpin Tertinggi Iran: Tanda Tangan Trump 'Tidak Bernilai' di Tengah Pelanggaran AS

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 18, 20261 min read
Pemimpin Tertinggi Iran: Tanda Tangan Trump 'Tidak Bernilai' di Tengah Pelanggaran AS

Summary

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa pelanggaran berulang AS terhadap nota kesepahaman menunjukkan tanda tangan Presiden Donald Trump 'tidak berharga', menyusul runtuhnya perjanjian gencatan senjata.

Text size
Background

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan bahwa pelanggaran berulang oleh Amerika Serikat terhadap nota kesepahaman menunjukkan bahwa tanda tangan Presiden Donald Trump "sama sekali tidak berharga dan tidak memiliki kredibilitas." Pernyataan tertulis ini dikeluarkan pada hari Sabtu di tengah meningkatnya kembali ketegangan antara kedua negara.

Eskalasi Ketegangan

Pernyataan Khamenei muncul setelah kesepakatan gencatan senjata antara Washington dan Teheran gagal pekan lalu, yang memicu aksi saling serang. Menurut laporan Reuters, perkembangan ini telah menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya konflik terbuka antara kedua negara.

Dalam pernyataannya, Khamenei menegaskan bahwa Amerika Serikat harus tahu bahwa bangsa Iran dan "front perlawanan" telah menyiapkan "pelajaran yang tak terlupakan" untuk AS. Retorika yang tajam ini menggarisbawahi rapuhnya situasi keamanan di kawasan tersebut.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Implikasi bagi Pasar

Peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah secara historis berdampak signifikan pada pasar keuangan global, terutama pasar komoditas. Investor dan analis akan memantau situasi ini dengan cermat karena potensi dampaknya terhadap harga minyak mentah.

Setiap ancaman konflik yang dapat mengganggu jalur pelayaran utama atau fasilitas produksi di wilayah tersebut dapat menyebabkan lonjakan volatilitas harga energi. Selain itu, ketidakpastian semacam ini sering kali mendorong investor beralih ke aset safe-haven seperti emas, yang dapat mengalami kenaikan permintaan selama periode gejolak.

Back to latest news

LATEST