Story
Iran Siapkan Rencana Lawan Sanksi Baru AS, Ajak Irak Dedolarisasi Perdagangan

Summary
Ketua Parlemen Iran menyatakan negaranya harus mengatasi 'sanksi tidak adil' menyusul pengumuman sanksi terberat dari AS. Iran juga mendorong Irak untuk menggunakan mata uang nasional dalam perdagangan bilateral guna mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Ketua Parlemen Iran, Mohammed Baqer Qalibaf, menyatakan pada hari Jumat bahwa Teheran harus menyusun rencana untuk mengatasi "sanksi yang tidak adil". Pernyataan ini muncul sehari setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan apa yang disebutnya sebagai sanksi terberat yang pernah dijatuhkan terhadap Iran.
Eskalasi Tekanan Ekonomi
Pemerintah AS diperkirakan akan merinci sanksi baru tersebut pada hari Senin. Menurut Menkeu Bessent, langkah-langkah ini dapat mengurangi kebutuhan untuk operasi militer besar lebih lanjut. Menanggapi hal ini, Qalibaf menekankan bahwa pembangunan ekonomi dan keamanan Iran saling terkait erat.
Dalam sebuah pertemuan dengan perwakilan bisnis Iran dan Irak di Baghdad, Qalibaf menuduh Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang ekonomi dan "kognitif". Menurutnya, hal ini dilakukan setelah kedua negara tersebut menyimpulkan bahwa mereka tidak dapat menang dalam konfrontasi militer langsung dengan Iran dan Irak.
Seruan Kemitraan Regional dan Dedolarisasi
Untuk melawan tekanan eksternal, Qalibaf menyerukan penguatan hubungan ekonomi antara Baghdad dan Teheran. Secara spesifik, ia mengusulkan agar kedua negara menggunakan mata uang nasional masing-masing dalam perdagangan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Ad"Jika Anda melihat sumber daya dan bahan mentah negara-negara Muslim, Anda akan menyadari bahwa musuh kita datang untuk menjarahnya," kata Qalibaf, seperti dikutip dari saluran Telegram-nya. "Oleh karena itu, kita harus membuat rencana untuk menghadapi sanksi yang tidak adil ini agar kita bisa mengatasinya."
Implikasi bagi Investor
Retorika yang meningkat ini menggarisbawahi ketegangan geopolitik yang terus-menerus di Timur Tengah, yang dapat berdampak pada sentimen pasar. Investor akan mengamati dengan cermat rincian sanksi AS yang akan datang, karena dapat mempengaruhi sektor-sektor kunci ekonomi Iran dan stabilitas regional.
Dorongan untuk melakukan dedolarisasi dalam perdagangan bilateral, meskipun bukan hal baru, merupakan tren strategis jangka panjang yang patut dicermati. Upaya negara-negara untuk mengurangi ketergantungan pada dolar dalam transaksi internasional dapat memiliki implikasi bertahap terhadap pasar valuta asing dan sistem keuangan global.