Story
Iran Ancam Serang Infrastruktur Energi Regional Jika AS Kembali Menyerang

Summary
Iran mengeluarkan peringatan keras bahwa mereka akan menargetkan ladang minyak dan gas di negara-negara tetangga jika AS melancarkan serangan baru, meningkatkan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah dan menambah tekanan pada pasokan energi global.
Iran mengancam akan menyerang infrastruktur energi negara-negara lain di kawasan Teluk jika Amerika Serikat melanjutkan serangan terhadap target-target Iran. Peringatan ini secara signifikan meningkatkan tensi di Timur Tengah dan berpotensi mengganggu pasokan energi global yang sudah tegang.
Peringatan Keras dari Teheran
Media yang berafiliasi dengan badan keamanan tertinggi Iran, Nournews, melaporkan pada hari Sabtu bahwa setiap serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran akan memicu serangan balasan. Target potensial yang disebutkan termasuk ladang minyak di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, serta ladang gas di Qatar dan Israel, dengan pernyataan bahwa "semua akan terbakar menjadi abu."
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, memperingatkan agar AS tidak mengambil "tindakan petualang". Dalam panggilan telepon dengan para pejabat senior Turki, Pakistan, dan Arab Saudi, Araqchi menyatakan bahwa Iran akan merespons secara tegas setiap agresi dan partisipasi negara-negara regional akan disambut dengan "respons yang proporsional," menurut laporan Reuters.
Eskalasi di Tengah Tensi Regional
Peringatan ini muncul hanya beberapa jam setelah militer Kuwait menyatakan telah menghancurkan drone musuh yang diluncurkan oleh Iran terhadap beberapa fasilitas vital. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan material akibat serpihan yang jatuh, namun tidak ada korban jiwa. Serangan ini menambah daftar insiden keamanan di kawasan tersebut.
AdSelain itu, sekutu Iran, Houthi di Yaman, baru-baru ini mulai mengancam Bab el-Mandeb, selat penting lainnya untuk rute ekspor minyak mentah Saudi. United Kingdom Maritime Trade Operations juga melaporkan dua insiden maritim di lepas pantai Oman, termasuk sebuah kapal tanker yang dihantam proyektil tak dikenal yang merusak ruang mesinnya.
Dampak Terhadap Pasar Energi
Ancaman ini menambah tekanan pada pasar energi global, yang telah bergejolak sejak dimulainya konflik antara AS-Israel dan Iran pada 28 Februari. Harga minyak telah bertahan di level tinggi, dengan minyak mentah acuan Brent naik 24% pada bulan Juli.
Risiko serangan Iran telah menghalangi sebagian besar pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur vital bagi pasokan energi dunia. Gangguan ini telah mengirimkan gelombang kejut ke seluruh perekonomian global, dan para analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan harga minyak akan terus naik tahun ini seiring berlanjutnya ketidakpastian geopolitik.