Story

Iran Balas Serangan AS, Targetkan Infrastruktur Militer di Negara Teluk

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 9, 20262 min read
Iran Balas Serangan AS, Targetkan Infrastruktur Militer di Negara Teluk

Summary

Angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan balasan terhadap target militer AS di Kuwait, Qatar, dan Bahrain, meningkatkan ketegangan setelah serangan udara AS dan runtuhnya gencatan senjata selama tiga minggu.

Text size
Background

Angkatan bersenjata Iran pada hari Kamis menargetkan infrastruktur militer Amerika Serikat di beberapa negara Teluk tetangga, sebuah eskalasi signifikan menyusul serangan udara AS di provinsi pesisir Iran. Aksi saling serang ini memberikan tekanan lebih lanjut pada perjanjian gencatan senjata yang baru berumur tiga minggu dan kini berada di ambang kehancuran.

Eskalasi Saling Serang

Militer Iran, dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh media pemerintah, mengklaim telah menargetkan beberapa aset strategis AS. Serangan tersebut dilaporkan menyasar:

  • Sistem pertahanan udara Patriot AS dengan drone di Kuwait.
  • Situs peringatan dini (antena satelit) di Qatar.
  • Fasilitas penyimpanan bahan bakar milik militer AS di Bahrain.

Sebagai tanggapan, Kuwait mengonfirmasi bahwa angkatan bersenjatanya telah menghadapi satu rudal jelajah, tiga rudal balistik, dan 10 drone di wilayah udaranya, yang mengakibatkan satu orang terluka akibat serpihan yang jatuh. Serangan Iran ini merupakan balasan langsung terhadap aksi militer AS pada hari Rabu, di mana Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pasukannya telah menyerang sekitar 90 target militer Iran, termasuk sistem pertahanan udara, aset pengawasan pesisir, dan situs penyimpanan rudal.

Latar Belakang dan Dampak Pasar

Sample IUX Markets – In-articleAd

Eskalasi terbaru ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia menganggap gencatan senjata sementara dengan Iran telah "berakhir". Militer AS membenarkan serangannya sebagai upaya untuk menjaga keterbukaan Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menangani sekitar seperlima pasokan minyak global sebelum perang, setelah Iran dituduh menargetkan tiga kapal tanker di area tersebut.

Harga minyak mentah sempat melonjak di tengah kekhawatiran atas dampak serangan baru ini terhadap pasokan global. Namun, harga kemudian kembali turun karena investor menimbang apakah eskalasi ini bersifat taktis dan sementara atau menandakan keruntuhan total dari gencatan senjata. Menurut laporan media pemerintah Iran, serangan AS telah menewaskan 14 orang dan melukai 78 lainnya di lima provinsi pada 8 dan 9 Juli.

Pernyataan Resmi dan Seruan Diplomasi

Negosiator utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menulis di platform media sosial X, "AS belum belajar bahwa penindasan dan pelanggaran komitmen tidak lagi datang tanpa biaya. Jika Anda menyerang, Anda akan diserang balik." Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali di bawah pengaturan Iran, bukan melalui ancaman AS.

Di sisi lain, CENTCOM menyatakan bahwa "Amerika Serikat meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi yang tidak dapat dibenarkan baru-baru ini terhadap pelayaran komersial." Sementara itu, Qatar, yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di kawasan itu, menyerukan kembalinya upaya diplomasi dan mengutuk serangan terhadap kapal komersial.

Back to latest news

LATEST