Story
Iran Tutup Selat Hormuz, Memicu Kekhawatiran Pasokan Minyak Global

Iran secara resmi menyatakan telah menutup Selat Hormuz hingga waktu yang tidak ditentukan setelah sebuah kapal yang tidak sah dilumpuhkan. Langkah ini meningkatkan eskalasi konflik di wilayah tersebut dan berpotensi mengganggu salah satu rute pengiriman minyak terpenting di dunia, yang memicu kekhawatiran akan lonjakan harga energi global.
Kronologi Penutupan
Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, Angkatan Laut Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa penutupan dilakukan setelah sebuah kapal "membahayakan keamanan maritim dengan mematikan sistemnya." Menurut IRGC, kapal tersebut, bersama beberapa kapal lainnya, mencoba melewati jalur air pada "rute yang tidak sah" dan mengabaikan peringatan untuk memperbaiki arah.
IRGC mengatakan kapal tersebut telah "diserang dan dihentikan" tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas atau jenis kapal tersebut. Selat Hormuz dinyatakan tertutup "sampai pemberitahuan lebih lanjut" dan sampai "berakhirnya campur tangan AS di wilayah ini." Otoritas Iran juga memperingatkan bahwa setiap tindakan agresi akan disambut dengan "respons yang keras."
Dampak Pasar dan Upaya Diplomatik
Penutupan Selat Hormuz merupakan ancaman signifikan bagi pasar energi global. Sebelum konflik saat ini, sekitar seperlima dari total pasokan minyak dunia transit melalui jalur perairan sempit ini. Blokade efektif oleh Iran telah menyebabkan harga energi melonjak, yang pada gilirannya mendorong inflasi global.
AdLangkah ini menambah keraguan atas masa depan kesepakatan sementara yang bertujuan untuk mengakhiri konflik. Di tengah ketegangan, upaya diplomatik terus berjalan dengan Oman bertindak sebagai mediator. Menurut laporan CNN, Oman telah mengajukan rancangan proposal yang mencakup navigasi bebas melalui koridor selatannya di perairan teritorial Oman, sementara kapal yang melewati koridor utara di perairan Iran harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu.
Konteks Eskalasi Tensi AS-Iran
Insiden ini terjadi setelah runtuhnya gencatan senjata antara AS dan Iran, yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat. Trump menyatakan di platform media sosialnya, Truth Social, bahwa "Gencatan Senjata TELAH BERAKHIR!" meskipun ia juga setuju untuk melanjutkan pembicaraan.
Eskalasi terbaru ini dipicu oleh serangan terhadap tiga kapal tanker komersial Qatar dan Saudi pada awal pekan. Amerika Serikat menanggapi dengan menyerang situs-situs Iran, yang dibalas oleh Iran dengan serangan terhadap situs-situs militer AS di negara-negara Teluk. Ketegangan semakin diperparah oleh ancaman dari pemimpin tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, yang bersumpah akan membalas kematian pendahulunya.