Story

Saham Indonesia Turun ke Level Terendah Satu Bulan Akibat Pelemahan Sektor Secara Luas

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 21, 20261 min read
Saham Indonesia Turun ke Level Terendah Satu Bulan Akibat Pelemahan Sektor Secara Luas

Summary

Indeks saham utama Indonesia, IDX Composite, turun 0,72% ke level terendah baru dalam satu bulan pada hari Senin, tertekan oleh kerugian signifikan di sektor infrastruktur, keuangan, dan pertanian.

Text size
Background

Saham-saham Indonesia ditutup lebih rendah pada hari Senin, dengan indeks acuan utama jatuh ke titik terendah dalam sebulan di tengah tekanan jual yang meluas. Indeks Komposit IDX turun 0,72% pada penutupan perdagangan di Jakarta, menurut data pasar dari Investing.com.

Tekanan Sektor Luas

Penurunan ini dipimpin oleh kerugian signifikan di beberapa sektor utama ekonomi. Sektor Infrastruktur, Keuangan, dan Pertanian menjadi pendorong utama penurunan, yang membebani kinerja pasar secara keseluruhan.

Sentimen pasar secara umum negatif, dengan saham yang turun lebih banyak daripada saham yang naik di Bursa Efek Jakarta. Pada penutupan, 374 saham turun dibandingkan dengan 305 saham yang naik, sementara 150 saham tetap tidak berubah.

Kinerja Saham yang Menonjol

Meskipun terjadi penurunan di seluruh pasar, beberapa perusahaan mencatatkan kenaikan yang substansial. Saham-saham berkinerja terbaik pada sesi ini meliputi:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Triniti Dinamik PT Tbk (JK:TRUE), yang melonjak 34,33%.
  • Cipta Selera Murni Pt (JK:CSMI), yang naik 32,18%.
  • Bumi Benowo Sukses Sejahtera Pt (JK:BBSS), yang naik 27,85%.

Sebaliknya, beberapa saham menghadapi tekanan jual yang berat. Di antara saham yang mengalami penurunan terbesar adalah Fortune Indonesia Tbk (JK:FORU), yang turun 14,95%, dan Kedaung Indah Can Tbk (JK:KICI), yang turun 14,77%.

Konteks Mata Uang dan Komoditas

Kinerja negatif di pasar saham bertepatan dengan pelemahan mata uang lokal dan penurunan harga komoditas global. Rupiah Indonesia melemah terhadap dolar AS, dengan pasangan USD/IDR naik 0,59% menjadi 17.840,40. Di pasar komoditas, harga minyak mentah dan minyak Brent berjangka diperdagangkan lebih dari 2% lebih rendah.

Back to latest news

LATEST