Story

Harga Minyak Canola ICE Turun, Ikuti Pelemahan Minyak Kedelai

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 13, 20261 min read
Harga Minyak Canola ICE Turun, Ikuti Pelemahan Minyak Kedelai

Summary

Kontrak berjangka minyak canola di bursa ICE melemah pada hari Selasa, menghapus sebagian besar kenaikan sesi sebelumnya karena tertekan oleh penurunan tajam pada harga minyak kedelai Chicago.

Text size
Background

Kontrak berjangka (futures) minyak canola di Intercontinental Exchange (ICE) ditutup lebih rendah pada perdagangan hari Selasa, berbalik arah setelah kenaikan yang tercatat pada hari Senin. Pelemahan ini sebagian besar dipicu oleh koreksi harga pada pasar minyak nabati lainnya, terutama minyak kedelai.

Penurunan Minyak Kedelai Menekan Harga

Menurut data perdagangan, harga minyak canola untuk kontrak November (RSX6) turun sebesar $13,80 dan menetap di level $781 per metrik ton. Para pelaku pasar mengaitkan penurunan ini dengan pergerakan di bursa Chicago, di mana harga minyak kedelai menjadi acuan utama.

Penurunan harga canola sejalan dengan tren negatif di kompleks minyak nabati dan biji-bijian secara lebih luas:

  • Kontrak berjangka minyak kedelai Chicago (BOv1) anjlok 1,48%.
  • Kontrak berjangka kedelai (Sv1) turun 0,91%.
  • Kontrak rapeseed di bursa Euronext (COMc1) juga melemah 0,74%.
Sample IUX Markets – In-articleAd

Para analis dan pedagang umumnya melihat korelasi yang kuat antara harga minyak canola dan minyak kedelai, sehingga pelemahan di salah satu komoditas sering kali membebani yang lainnya.

Prospek Cuaca dan Faktor Eksternal

Dari sisi fundamental, kondisi cuaca di Kanada memberikan tekanan tambahan pada harga. Tanaman canola di negara tersebut terus tumbuh dalam kondisi cuaca yang sejuk. Selain itu, perkiraan hujan di banyak wilayah penanaman minggu ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan tanaman, yang berpotensi meningkatkan prospek pasokan.

Di sisi lain, pasar energi menunjukkan kekuatan. Harga minyak mentah Brent (LCOc1) naik mendekati $89 per barel, mencatatkan kenaikan untuk lima sesi berturut-turut. Meskipun kenaikan harga minyak mentah biasanya dapat mendukung harga minyak nabati karena perannya dalam produksi biofuel, dampaknya kali ini tertutupi oleh tekanan jual yang kuat dari pasar minyak kedelai.

Back to latest news

LATEST