Story
Harga Emas Stabil Menjelang Keputusan The Fed, Minyak Menguat Picu Kekhawatiran Inflasi

Summary
Harga emas bergerak tipis karena investor menantikan keputusan kebijakan Federal Reserve, sementara lonjakan harga minyak akibat ketegangan baru di Timur Tengah kembali menyalakan kekhawatiran inflasi.
Harga emas menunjukkan sedikit perubahan dalam perdagangan Asia pada hari Rabu, seiring investor yang mengambil sikap menunggu menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve AS. Di sisi lain, lonjakan harga minyak yang dipicu oleh eskalasi permusuhan AS-Iran telah menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap tekanan inflasi.
Menurut data Investing.com, harga emas spot turun tipis 0,1% menjadi $4.025,38 per ons pada pukul 23:32 ET (03:32 GMT). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS melemah 0,4% ke level $4.023,10. Logam mulia ini sempat tergelincir lebih dari 1% pada sesi sebelumnya akibat penguatan dolar AS.
Penantian Sikap The Fed
Pasar secara luas mengantisipasi Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada akhir pertemuan dua harinya. Menurut CME FedWatch Tool, para pedagang melihat bank sentral akan menahan suku bunga, sehingga fokus pasar beralih pada pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, untuk mencari petunjuk mengenai waktu pelonggaran kebijakan di masa depan.
Suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama (higher-for-longer) cenderung menekan harga emas. Hal ini karena suku bunga yang tinggi meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. Dolar AS, meskipun sedikit melemah pada hari Rabu, tetap berada di dekat level tertinggi satu bulan, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Ketegangan Geopolitik Dorong Harga Minyak
AdInvestor juga terus memantau perkembangan geopolitik setelah Iran meluncurkan rudal balistik ke arah pasukan AS di Timur Tengah, yang menurut Komando Pusat AS semuanya berhasil dicegat. Serangan ini mengakhiri jeda empat hari dalam konfrontasi militer langsung antara Washington dan Teheran, meningkatkan kembali risiko eskalasi.
Insiden ini, bersama dengan laporan serangan terhadap fasilitas minyak, memicu rebound harga minyak lebih dari 4% pada hari Rabu. Analis dari ING dalam sebuah catatannya menyatakan, "Harga minyak yang lebih tinggi di tengah eskalasi kembali di Timur Tengah akan membebani emas pada perdagangan pagi, menyalakan kembali kekhawatiran inflasi."
Prospek Pasar Komoditas
Selain keputusan The Fed, para pelaku pasar juga menantikan rilis data ekonomi penting AS akhir pekan ini, termasuk indeks harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) dan laporan penggajian (payrolls) bulan Juli. Data-data ini akan memberikan wawasan lebih lanjut mengenai prospek suku bunga ke depan.
Di antara logam mulia lainnya, harga perak naik 0,6% menjadi $57,49 per ons, sementara platinum turun 0,5% ke $1.598,60 per ons. Di pasar logam industri, kontrak berjangka tembaga di London Metal Exchange turun 0,3% menjadi $13.643,33 per ton.