Story
Harga Emas Datar, Menuju Kerugian Mingguan di Tengah Konflik Iran dan Kekhawatiran Suku Bunga

Harga emas bergerak terbatas pada perdagangan hari Jumat, namun bersiap untuk membukukan kerugian mingguan seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi akibat eskalasi aksi militer antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurut data yang dihimpun hingga Jumat pagi, emas spot stabil di level $4.125,03 per ons, sementara emas berjangka turun tipis 0,1% menjadi $4.135,67 per ons. Secara mingguan, harga emas spot tercatat turun sekitar 1,6%.
Eskalasi Geopolitik Memicu Kekhawatiran Inflasi
Sentimen pasar terbebani oleh serangkaian serangan yang dilancarkan AS terhadap Iran minggu ini, yang memicu lonjakan harga minyak mentah. Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata telah berakhir dan memerintahkan serangan lebih lanjut, yang kemudian dibalas oleh Teheran.
Kenaikan tajam pada harga minyak telah memicu kekhawatiran akan terjadinya inflasi yang didorong oleh energi. Hal ini dapat mendorong The Federal Reserve untuk mengambil sikap yang lebih *hawkish* atau ketat dalam kebijakan moneternya untuk mengendalikan inflasi.
Prospek Suku Bunga Menekan Emas
AdProspek suku bunga yang lebih tinggi menjadi sentimen negatif bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. Suku bunga yang lebih tinggi akan meningkatkan *opportunity cost* atau biaya peluang untuk memegang emas dibandingkan dengan aset berpendapatan tetap seperti obligasi.
Data dari CME Fedwatch Tool menunjukkan bahwa pasar secara bertahap meningkatkan spekulasi mereka untuk kenaikan suku bunga oleh The Fed pada tahun 2026. Perkembangan ini memberikan tekanan lebih lanjut pada harga logam mulia.
Kinerja Logam Mulia Lainnya
Logam mulia lainnya juga mengalami tekanan sepanjang minggu ini. Berikut adalah rincian kinerjanya:
- Perak spot: Naik 0,5% pada hari Jumat menjadi $60,2550 per ons, tetapi turun 4,1% secara mingguan.
- Platinum spot: Naik 1,2% menjadi $1.636,14 per ons, namun masih mencatat penurunan mingguan sebesar 0,4%.