Story

Saham Forgent Power Solutions Melonjak Setelah Rilis Laporan Keuangan Kuartal IV

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 15, 20261 min read
Saham Forgent Power Solutions Melonjak Setelah Rilis Laporan Keuangan Kuartal IV
Text size
Background

Saham Forgent Power Solutions meroket 10,9% dalam sesi perdagangan pra-pembukaan pada hari Selasa, menyusul publikasi laporan keuangan untuk kuartal keempat fiskal dan setahun penuh 2026. Rilis pendapatan yang ditunggu-tunggu oleh investor dan pelaku pasar opsi ini mencakup periode yang berakhir pada 30 Juni 2026.

Latar Belakang Kinerja yang Kuat

Laporan ini dirilis di tengah ekspektasi yang tinggi, didorong oleh momentum kuat dari kuartal sebelumnya. Pada kuartal ketiga fiskal, Forgent melaporkan beberapa pencapaian signifikan yang menjadi dasar optimisme pasar:

  • Pendapatan: Mencapai $379 juta, lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Pemesanan (Bookings): Mencapai rekor perusahaan sebesar $867 juta, sebuah lonjakan 308% secara tahunan.
  • Tunggakan Pesanan (Backlog): Akibat lonjakan pemesanan, tunggakan pesanan perusahaan membengkak hingga mendekati $2 miliar, memberikan visibilitas pendapatan yang solid untuk periode mendatang.

Manajemen sebelumnya telah menaikkan panduan pendapatan untuk setahun penuh 2026 ke rentang $1,35–$1,39 miliar, yang menyiratkan pertumbuhan sekitar 82% secara tahunan pada titik tengahnya.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Ekspektasi Analis dan Konteks Pasar

Menjelang rilis laporan hari ini, konsensus Wall Street memperkirakan pendapatan kuartal keempat berada di kisaran $425–$430 juta dengan laba per saham (EPS) disesuaikan sekitar $0,23. Sentimen positif juga didukung oleh analis dari Jefferies dan TD Cowen, yang keduanya mempertahankan peringkat "Beli" dengan target harga jauh di atas level perdagangan terakhir, menandakan keyakinan pada prospek pertumbuhan perusahaan di sektor pusat data dan jaringan listrik.

Lonjakan harga saham ini juga diperkuat oleh kondisi teknis pasar. Saham Forgent telah berada di bawah tekanan selama tiga bulan terakhir akibat berakhirnya periode *lock-up* pasca-IPO dan adanya penawaran saham sekunder. Tekanan jual ini membuat valuasi saham menjadi lebih terkompresi, sehingga menciptakan ruang untuk reaksi positif yang tajam begitu hasil keuangan berhasil melampaui ekspektasi.

Back to latest news

LATEST