Story
Kebakaran Hutan Fontainebleau: Relawan Damkar Mengaku sebagai Pelaku Pembakaran

Dua orang tersangka telah ditangkap atas dugaan memulai kebakaran besar di hutan bersejarah Fontainebleau dekat Paris, salah satunya adalah seorang relawan pemadam kebakaran yang telah mengakuinya. Kebakaran ini telah menghanguskan ribuan hektare lahan dan memaksa evakuasi ratusan warga di tengah gelombang panas yang melanda Eropa.
Kronologi dan Pengakuan Tersangka
Menurut media Prancis yang mengutip jaksa setempat, Diane Ngomsik, salah satu tersangka yang ditangkap adalah seorang relawan pemadam kebakaran. Ia mengaku telah "membakar ranting-ranting dengan korek api dan bensin".
Jaksa Ngomsik menambahkan bahwa tersangka kedua mengaku "secara tidak sengaja memulai kebakaran dengan membuang rokoknya". Kedua tersangka yang lahir pada tahun 2007 tersebut dilaporkan tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya.
Dampak Kebakaran dan Upaya Pemadaman
Pejabat setempat, Prefek Pierre Ory, menyatakan bahwa dua titik api utama di sekitar hutan Fontainebleau masih menyala tetapi telah "terkendali". Api utama telah menghanguskan 1.600 hektare dan satu titik api lainnya di dekatnya membakar 450 hektare.
AdUpaya pemadaman besar-besaran dikerahkan karena api hanya berjarak beberapa kilometer dari Istana Fontainebleau yang bersejarah. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengonfirmasi pengerahan sumber daya yang cukup besar, termasuk pesawat pembawa air dan helikopter. Akibat kebakaran ini:
- Sebanyak 900 orang dievakuasi dari rumah mereka.
- Jalan tol A6 yang menghubungkan Paris dengan Lyon ditutup sementara.
- Layanan kereta cepat mengalami gangguan.
Konteks Kekeringan dan Peningkatan Risiko
Insiden di Fontainebleau berkontribusi pada apa yang diperkirakan akan menjadi tahun bersejarah bagi kebakaran di Prancis. Menteri Nunez menyatakan bahwa 32.000 hektare lahan telah terbakar di seluruh negeri sepanjang tahun ini, melampaui total luas lahan yang terbakar pada tahun 2025.
"Kita mungkin akan memiliki tahun rekor," kata Nunez, seraya menambahkan, "Kami telah mengantisipasi ini dengan adanya kekeringan parah." Eropa saat ini sedang mengalami gelombang panas ketiga di musim panas ini, yang menyebabkan vegetasi kering dan memicu kebakaran dari Semenanjung Iberia hingga Prancis. Banyak ilmuwan mengaitkan peningkatan frekuensi dan intensitas kebakaran hutan dengan perubahan iklim.