Story

FAA Izinkan Boeing Terbitkan Kembali Sertifikat Kelaikan Udara 737 MAX dan 787

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 17, 20261 min read
FAA Izinkan Boeing Terbitkan Kembali Sertifikat Kelaikan Udara 737 MAX dan 787

Summary

Regulator penerbangan AS akan mengizinkan Boeing untuk kembali mengeluarkan sertifikat kelaikan udara untuk pesawat 737 MAX dan 787 mulai minggu depan, sebuah langkah yang menandakan pulihnya kepercayaan terhadap proses produksi perusahaan.

Text size
Background

Federal Aviation Administration (FAA) telah memberitahu Kongres AS bahwa Boeing (NYSE:BA) akan diizinkan untuk kembali menerbitkan sertifikat kelaikan udara untuk semua pesawat tipe 737 MAX dan 787 mulai minggu depan. Keputusan ini merupakan sebuah perkembangan signifikan bagi produsen pesawat tersebut setelah melalui periode pengawasan ketat.

Dasar Keputusan Regulator

Menurut email dari FAA yang dikutip oleh Reuters, keputusan ini diambil setelah regulator melakukan tinjauan data dan keselamatan yang komprehensif selama berbulan-bulan. Hasil tinjauan tersebut menunjukkan adanya kualitas produksi yang konsisten dari pihak Boeing.

Langkah ini, menurut FAA, menunjukkan kepercayaan agensi terhadap kemampuan Boeing untuk menerbitkan sertifikat kelaikan udara secara mandiri, meskipun tetap berada di bawah pengawasan FAA. Otorisasi ini mengembalikan sebagian wewenang penting yang sebelumnya diawasi langsung oleh regulator.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Implikasi bagi Boeing

Kembalinya wewenang untuk menerbitkan sertifikat sendiri merupakan kabar baik bagi Boeing. Hal ini berpotensi memperlancar dan mempercepat proses pengiriman pesawat baru kepada maskapai pelanggan, yang krusial untuk arus kas dan efisiensi operasional perusahaan.

Persetujuan ini mencakup dua program pesawat terpenting Boeing, yaitu 737 MAX yang merupakan pesawat berbadan sempit terlaris, dan 787 Dreamliner yang menjadi andalan di segmen pesawat berbadan lebar. Kemampuan untuk mempercepat pengiriman kedua model ini akan berdampak positif pada kinerja keuangan Boeing ke depan.

Back to latest news

LATEST