Story
Harga Gandum Eropa Melonjak 6% Akibat Kekhawatiran Gangguan Pengiriman Laut Hitam

Harga gandum di Eropa melonjak lebih dari 6% pada hari Rabu di tengah meningkatnya kekhawatiran atas keamanan rute ekspor biji-bijian di Laut Hitam. Para pedagang mengantisipasi pergeseran permintaan ke pasokan Uni Eropa jika pengiriman dari Rusia dan Ukraina terganggu.
Kenaikan Harga di Bursa Euronext
Menurut data pasar, kontrak acuan gandum giling (milling wheat) untuk pengiriman September di bursa Euronext yang berbasis di Paris naik 6,5% menjadi €230,5 ($263,60) per metrik ton pada pukul 14:50 GMT. Angka ini menandai level tertinggi yang tidak pernah terlihat sejak Juni 2025.
Kenaikan ini merupakan kelanjutan dari tren positif, di mana kontrak tersebut telah menguat sebesar 13% sejak akhir pekan lalu. Sentimen pasar mulai berubah setelah muncul laporan tentang potensi penutupan Laut Azov untuk pelayaran, yang meningkatkan kekhawatiran akan gangguan ekspor dari Rusia, pemasok gandum terbesar di dunia.
Eskalasi Serangan di Pelabuhan Utama
Pemicu utama kekhawatiran pasar adalah meningkatnya serangan Rusia terhadap pelabuhan-pelabuhan laut dalam Ukraina di Laut Hitam, khususnya di area Odesa Raya. Pelabuhan-pelabuhan ini sangat vital karena menangani sebagian besar ekspor biji-bijian dan kargo lain yang menopang ekonomi Ukraina di masa perang.
AdSerangan yang kian intensif menciptakan ketidakpastian signifikan bagi kapal-kapal komersial dan perusahaan asuransi. Setiap gangguan pada rute ini dapat secara drastis mengurangi pasokan gandum global dan mengalihkan permintaan ke produsen lain, seperti negara-negara Uni Eropa.
Dampak pada Kapasitas Ekspor Ukraina
Situasi ini telah berdampak nyata pada kemampuan ekspor Ukraina. Serikat petani utama negara itu menyatakan bahwa Ukraina telah kehilangan sekitar sepertiga dari kapasitasnya untuk mengekspor biji-bijian melalui pelabuhan Laut Hitam akibat serangan rudal dan drone Rusia yang meningkat.
Bagi investor dan pasar komoditas, perkembangan ini menandakan potensi volatilitas harga yang lebih tinggi dalam jangka pendek. Gangguan pasokan yang berkepanjangan dari salah satu lumbung pangan utama dunia dapat menjaga harga biji-bijian tetap tinggi dan berdampak pada inflasi pangan global.