Story

Harga Gandum Uni Eropa Naik di Tengah Kekhawatiran Gangguan Ekspor Rusia

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 14, 20261 min read
Harga Gandum Uni Eropa Naik di Tengah Kekhawatiran Gangguan Ekspor Rusia

Summary

Harga gandum Eropa menguat seiring para pelaku pasar mengevaluasi potensi gangguan pada ekspor Rusia menyusul serangan drone Ukraina di Laut Azov, yang merupakan jalur ekspor krusial.

Text size
Background

Harga gandum Eropa menguat pada hari Selasa karena para pelaku pasar menimbang potensi gangguan terhadap ekspor gandum Rusia setelah serangan drone Ukraina terhadap kapal-kapal di Laut Azov. Gejolak ini menimbulkan ketidakpastian mengenai kelancaran pasokan dari salah satu eksportir biji-bijian terbesar di dunia.

Rincian Pergerakan Harga

Kontrak gandum giling untuk pengiriman September di bursa Euronext yang berbasis di Paris ditutup naik 0,8% menjadi €216,50 ($247,68) per metrik ton. Aktivitas perdagangan tercatat lebih rendah dari biasanya karena bertepatan dengan hari libur nasional di Prancis.

Harga menunjukkan volatilitas yang signifikan dalam beberapa sesi terakhir. Kontrak ini sempat melonjak 5,5% pada hari Jumat di tengah ekspektasi bahwa pengiriman gandum Rusia akan berkurang, namun kemudian mengalami penurunan pada hari Senin sebelum kembali menguat.

Pemicu Ketidakpastian Pasar

Kekhawatiran pasar berpusat pada keamanan jalur pelayaran di Laut Azov. Menurut berbagai sumber, aktivitas pengiriman di wilayah tersebut, yang menangani sekitar seperempat dari total ekspor biji-bijian Rusia, masih terbatas pada hari Selasa menyusul serangan drone yang sedang berlangsung.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Investor dan pedagang komoditas secara cermat memantau situasi ini, karena setiap eskalasi yang menghambat ekspor dapat memperketat pasokan gandum global dan mendorong harga lebih tinggi.

Jaminan dari Pihak Rusia

Menanggapi situasi tersebut, asosiasi eksportir biji-bijian Rusia menyatakan bahwa negara itu akan sepenuhnya memenuhi komitmen ekspornya kepada mitra asing. Menurut laporan Reuters, asosiasi tersebut menegaskan bahwa Rusia memiliki kapasitas *transshipment* (alih muat) yang memadai untuk mengalihkan pengiriman ke terminal lain jika diperlukan.

Pernyataan ini juga diperkuat oleh kementerian pertanian Rusia, yang mengacu pada kapasitas negara tersebut untuk memastikan kelancaran ekspor meskipun ada tantangan di Laut Azov.

Back to latest news

LATEST