Story
Dolar AS Stabil di Tengah Ketegangan Iran, Yuan Datar Pasca Data Inflasi

Summary
Dolar AS diperdagangkan stabil karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu kekhawatiran tentang inflasi dan suku bunga The Fed, sementara yuan China bergerak terbatas setelah data inflasi Juni yang bervariasi.
Dolar AS bergerak stabil pada hari Kamis karena eskalasi aksi militer antara AS dan Iran membuat pasar gelisah mengenai prospek inflasi yang persisten dan suku bunga yang lebih tinggi. Sementara itu, yuan China bergerak datar setelah rilis data inflasi bulan Juni yang menunjukkan gambaran ekonomi yang beragam.
Dolar dan Prospek Suku Bunga Fed
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, stabil di level 100,760 setelah sesi perdagangan semalam yang fluktuatif. Dolar awalnya menguat didorong oleh permintaan aset aman akibat ketegangan di Timur Tengah, namun kemudian berbalik arah setelah rilis risalah pertemuan Federal Reserve bulan Juni.
Risalah tersebut, menurut laporan Investing.com, menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan The Fed sebagian besar terpecah pendapat mengenai perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut. Namun, inflasi tetap menjadi perhatian utama, dan setiap tanda inflasi yang sulit turun kemungkinan akan memicu kebijakan moneter yang lebih ketat.
Yuan China Merespons Data Inflasi yang Bervariasi
Di Asia, yuan China menunjukkan sedikit perubahan setelah rilis data inflasi bulan Juni yang memberikan sinyal yang beragam. Data tersebut menyoroti tantangan yang dihadapi ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Ad- Indeks Harga Konsumen (IHK): Tumbuh 1% secara tahunan (YoY), sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar 1,1% dan melambat dari 1,2% pada bulan sebelumnya. Angka ini mengindikasikan pelemahan belanja konsumen.
- Indeks Harga Produsen (IHP): Melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun sebesar 4,1% YoY, didorong oleh kenaikan biaya input dari harga energi dan komoditas yang lebih tinggi.
Analis dari ING yang dikutip dalam sumber tersebut mencatat bahwa tingkat inflasi saat ini kemungkinan tidak akan menghalangi People's Bank of China (PBOC) untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter jika diperlukan. Potensi pemotongan suku bunga dapat memberikan tekanan pada yuan.
Pergerakan Mata Uang Regional
Sebagian besar mata uang Asia lainnya diperdagangkan dalam rentang yang sempit di tengah ketidakpastian geopolitik dan prospek kebijakan The Fed. Yen Jepang tetap berada di dekat level terendah dalam 40 tahun terakhir, membuat pasar waspada terhadap potensi intervensi dari pemerintah Jepang untuk menopang mata uangnya.
Di tempat lain, dolar Australia (AUD/USD) sedikit menguat, sementara won Korea Selatan (USD/KRW) dan dolar Singapura (USD/SGD) bergerak datar. Rupee India (USD/INR) juga menunjukkan pergerakan yang terbatas.