Story
Mata Uang Asia Bergerak Terbatas, Dolar Menguat di Tengah Ketidakpastian Iran dan Penantian Data Pekerjaan AS

Mayoritas mata uang Asia diperdagangkan dalam rentang terbatas pada hari Jumat, seiring investor mengambil sikap hati-hati menjelang rilis data pekerjaan utama dari Amerika Serikat. Dolar AS menguat, didukung oleh daya tariknya sebagai aset *safe-haven* di tengah ketidakpastian seputar potensi kesepakatan damai dengan Iran.
Dolar Menguat Menjelang Data Kunci
Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,1% menjadi 99,97 pada perdagangan Asia. Penguatan ini melanjutkan kenaikan 0,3% pada sesi sebelumnya, yang membuatnya pulih dari level terendah dalam tujuh bulan terakhir.
Kekuatan dolar ditopang oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (*U.S. Treasury yields*) dan ketidakpastian geopolitik yang masih ada. Investor kini fokus pada dua faktor utama: negosiasi yang melibatkan Iran dan rilis data *nonfarm payrolls* AS untuk bulan Juli, yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan Federal Reserve.
Geopolitik dan Prospek Kebijakan The Fed
Pasar mencermati perkembangan di Iran setelah laporan media menunjukkan bahwa komite parlemen negara tersebut sedang meninjau undang-undang yang akan melarang kapal AS dan Israel transit melalui Selat Hormuz. Ketegangan ini mendorong harga minyak lebih tinggi dan menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi, yang secara tidak langsung mendukung dolar sebagai aset aman.
AdSementara itu, laporan *nonfarm payrolls* AS sangat dinantikan karena data ekonomi AS belakangan ini memberikan gambaran yang beragam. Hasil data pekerjaan ini akan menjadi acuan penting bagi The Fed untuk menentukan apakah akan mempertahankan sikap *hawkish* atau beralih ke pendekatan yang lebih berhati-hati dalam beberapa bulan mendatang.
Pergerakan Mata Uang Regional
Di antara mata uang regional, pergerakannya relatif minim:
- Yen Jepang (USD/JPY): Diperdagangkan datar di level 158,4, setelah sempat menguat 0,4% di sesi sebelumnya. Yen telah melepaskan sebagian dari kenaikan tajam yang dicatat setelah intervensi gabungan langka oleh Jepang dan AS minggu lalu, yang merupakan upaya terkoordinasi pertama sejak 1998 untuk menopang mata uang tersebut.
- Yuan Tiongkok (USD/CNY): Pasangan yuan *onshore* dan *offshore* bergerak datar. Data menunjukkan Tiongkok mencatat surplus perdagangan yang lebih besar dari perkiraan pada bulan Juli, dengan ekspor naik 24% secara tahunan, melampaui ekspektasi berkat permintaan luar negeri yang tangguh.
- Mata Uang Lainnya: Won Korea Selatan (USD/KRW) dan Dolar Singapura (USD/SGD) sedikit menguat terhadap dolar, sementara Rupee India (USD/INR) melemah tipis.