Story
Harga Jagung Berjangka Mundur Terkena Aksi Ambil Untung

Summary
Harga jagung berjangka turun pada hari Kamis karena aksi ambil untung setelah reli tajam, ditambah dengan prakiraan cuaca yang menguntungkan. Sementara itu, kedelai menguat tipis didukung oleh permintaan ekspor yang kuat.
Harga kontrak berjangka jagung Amerika Serikat (AS) melemah pada hari Kamis karena para pedagang melakukan aksi ambil untung (profit-taking) menyusul kenaikan tajam di sesi sebelumnya. Tekanan jual juga dipicu oleh prakiraan cuaca yang menunjukkan hujan yang menguntungkan akan turun di wilayah utama pertanian Midwest selama sepekan ke depan.
Pergerakan Harga Komoditas
Pasar biji-bijian menyesuaikan diri setelah pergerakan harga yang volatil pada hari Rabu, yang dipicu oleh laporan bulanan Departemen Pertanian AS (USDA).
- Di Chicago Board of Trade (CBOT), kontrak jagung untuk pengiriman Desember turun 8-3/4 sen menjadi $4,72 per gantang pada pukul 12:45 p.m. CDT (1745 GMT).
- Kontrak kedelai November naik tipis 1/2 sen menjadi $11,83-3/4 per gantang.
- Kontrak gandum September di CBOT menguat 1/2 sen menjadi $6,53-1/4 per gantang, setelah melepaskan kenaikan awal.
Faktor Penggerak Pasar
Koreksi pada harga jagung terjadi setelah lonjakan signifikan sehari sebelumnya. "Kami mendapatkan sedikit penarikan kembali setelah laporan tersebut mendorong kami naik besar kemarin. Saya akan menyebutnya sebagai kejutan pada hasil panen dan areal tanam," kata Don Roose, presiden U.S. Commodities, merujuk pada laporan USDA.
AdDi sisi lain, pasar kedelai mendapat dukungan dari permintaan ekspor yang kuat, menyusul penjualan yang solid pekan lalu dan pembelian tanaman baru yang berkelanjutan oleh importir utama, Tiongkok. Namun, kenaikan harga jagung dan kedelai secara keseluruhan dibatasi oleh pasokan global yang besar setelah pembaruan produksi tanaman dari eksportir utama seperti Brasil dan Argentina.
Konteks dan Prospek
Pasar masih mencerna laporan USDA pada hari Rabu yang secara bersamaan menaikkan perkiraan areal tanam jagung dan kedelai AS untuk tahun 2026, namun di saat yang sama menurunkan prospek rata-rata hasil panen.
Fokus investor kini beralih ke tur lapangan utama yang dijadwalkan pekan depan. Tur ini akan memberikan indikasi lebih lanjut mengenai prospek hasil panen jagung dan kedelai di AS. Untuk saat ini, prakiraan hujan dalam beberapa hari mendatang telah meredakan sebagian kekhawatiran pasar terhadap potensi penurunan hasil panen.