Story
Harga Jagung Menguat Setelah USDA Pangkas Proyeksi Panen

Summary
Kontrak berjangka jagung di Chicago Board of Trade naik setelah Departemen Pertanian AS menurunkan perkiraan panennya akibat cuaca panas, yang menimbulkan kekhawatiran atas kerusakan tanaman.
Harga kontrak berjangka (futures) jagung di Chicago Board of Trade (CBOT) diperdagangkan menguat pada hari Senin, mendapat dukungan setelah Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) merevisi turun proyeksi panennya.
Proyeksi Panen Dipangkas
Dalam laporannya yang dirilis hari Jumat, USDA menurunkan prospek panen jagung AS. Pemangkasan ini dilakukan menyusul cuaca musim panas yang terik yang menimbulkan kekhawatiran akan potensi kerusakan pada tanaman.
Sentimen ini secara langsung berdampak pada harga di pasar komoditas. Berikut adalah rincian pergerakannya:
- Kontrak jagung CBOT untuk pengiriman Desember terpantau naik 3/4 sen menjadi $5,31 per gantang (bushel).
- Secara keseluruhan, harga jagung di pasar menunjukkan kenaikan bervariasi, mulai dari stabil hingga naik 2 sen per gantang.
AdFaktor Pendukung dari Pasar Energi
Selain faktor fundamental dari sisi pasokan, kenaikan harga jagung juga ditopang oleh penguatan di pasar energi. Kenaikan harga minyak mentah turut memberikan sentimen positif bagi pasar biji-bijian secara umum.
Bagi investor, hubungan ini penting karena harga minyak yang lebih tinggi dapat meningkatkan permintaan jagung untuk produksi etanol. Selain itu, biaya produksi dan transportasi pertanian juga cenderung meningkat seiring dengan kenaikan harga energi.