Story

Harga Jagung Berjangka Turun Akibat Dolar Menguat dan Peringkat Tanaman Membaik

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 15, 20261 min read
Harga Jagung Berjangka Turun Akibat Dolar Menguat dan Peringkat Tanaman Membaik
Text size
Background

Harga kontrak berjangka (futures) jagung di Chicago Board of Trade (CBOT) melemah pada perdagangan hari Selasa, tertekan oleh penguatan dolar AS dan laporan kondisi tanaman dari pemerintah AS yang secara tak terduga membaik.

Kondisi Tanaman Lampaui Ekspektasi

Departemen Pertanian AS (USDA) pada hari Senin merilis laporan yang menunjukkan peningkatan kondisi tanaman jagung. Laporan tersebut menjadi faktor penekan utama bagi harga.

  • Peringkat tanaman jagung dalam kondisi "baik-hingga-sangat-baik" dinaikkan sebesar 1 poin persentase.
  • Hasil ini berlawanan dengan ekspektasi para analis yang disurvei, yang justru memperkirakan penurunan 1 poin.
  • USDA juga melaporkan bahwa 8% dari tanaman jagung telah dipanen per hari Minggu, lebih cepat dari rata-rata lima tahun sebesar 6%.

Data ini mengindikasikan prospek pasokan yang lebih kuat dari yang diantisipasi pasar, sehingga memberikan tekanan jual pada kontrak berjangka jagung.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Pengaruh Dolar dan Prospek Panen

Selain data pasokan, penguatan dolar AS juga membebani harga jagung. Dolar yang lebih kuat membuat komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, yang berpotensi mengurangi permintaan ekspor.

Namun, penurunan harga yang lebih dalam berhasil diredam oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi keterlambatan panen di wilayah Midwest AS. Peramal cuaca memprakirakan hujan lebat akan melanda sebagian wilayah tersebut minggu ini, yang dapat memperlambat pekerjaan di ladang, terutama di Iowa, negara bagian produsen jagung terbesar.

Pada akhir perdagangan, kontrak jagung CBOT untuk pengiriman Desember tercatat turun 5 sen dan diperdagangkan pada $5,28-1/4 per gantang (bushel).

Back to latest news

LATEST