Story
Harga Jagung Berjangka Sentuh Level Tertinggi Sejak Juli 2023

Summary
Kontrak berjangka jagung di Chicago Board of Trade mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun, didorong oleh kekhawatiran atas penurunan prospek panen di AS dan gangguan pasokan dari kawasan Laut Hitam.
Harga kontrak berjangka jagung di Chicago Board of Trade (CBOT) melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2023 pada hari Rabu, dipicu oleh kombinasi ekspektasi penurunan hasil panen di Amerika Serikat dan berlanjutnya gangguan ekspor dari kawasan Laut Hitam. Kontrak jagung untuk pengiriman Desember naik menjadi $5,30 per bushel, menandai titik tertinggi baru untuk kontrak acuan.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga
Katalis utama di balik lonjakan harga ini adalah kekhawatiran pasar terhadap pasokan dari AS. Departemen Pertanian AS (USDA) dalam laporan kondisi tanaman mingguannya pada hari Senin menunjukkan penurunan peringkat yang lebih tajam dari perkiraan analis. Data ini memperkuat sentimen bahwa hasil panen jagung AS mungkin tidak akan memenuhi ekspektasi sebelumnya.
Selain faktor domestik AS, ketidakpastian pasokan dari kawasan Laut Hitam terus memberikan dukungan fundamental bagi harga. Menurut laporan Investing.com, gangguan pada jalur ekspor biji-bijian dari wilayah tersebut secara efektif mengurangi ketersediaan komoditas di pasar global, sehingga mendorong harga lebih tinggi.
AdKonteks dari Amerika Selatan
Sebagai penyeimbang, kondisi di Argentina tampak lebih stabil. Bursa Biji-bijian Buenos Aires pada hari Selasa melaporkan bahwa para petani Argentina berencana menanam jagung seluas 8,4 juta hektare untuk musim 2026/27, angka yang sama dengan siklus sebelumnya.
Minat tanam yang kuat di Argentina didukung oleh kondisi kelembapan tanah yang baik berkat pola cuaca El Niño. Meskipun demikian, proyeksi stabil dari Argentina belum cukup untuk meredakan kekhawatiran pasar yang saat ini terfokus pada potensi penurunan produksi di belahan bumi utara.