Story
Harga Jagung Berjangka Naik di Tengah Kekhawatiran Cuaca Kering di Midwest AS

Summary
Kontrak jagung berjangka di Chicago Board of Trade menguat karena cuaca kering di Midwest AS menimbulkan kekhawatiran terhadap hasil panen selama periode pertumbuhan kritis.
Harga kontrak berjangka jagung di Chicago Board of Trade (CBOT) bergerak lebih tinggi pada hari Senin, didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap kondisi cuaca kering di wilayah Midwest Amerika Serikat yang dapat mengganggu hasil panen selama periode pertumbuhan kritis.
Pemicu Utama Kenaikan Harga
Fokus utama pasar saat ini adalah kondisi cuaca di sabuk pertanian AS. Kekeringan yang berkepanjangan selama fase penting pertumbuhan tanaman jagung berpotensi mengurangi potensi hasil panen, sehingga menekan pasokan di masa depan.
Menurut data perdagangan, kontrak jagung untuk pengiriman Desember di CBOT terakhir tercatat naik 8 sen menjadi $4,75-1/2 per gantang (bushel). Proyeksi pembukaan pasar mengindikasikan kenaikan lanjutan antara 4 hingga 8 sen per gantang.
AdKonteks Pasar Global
Di sisi permintaan, Departemen Pertanian AS (USDA) pada Senin pagi melaporkan adanya penjualan ekspor. Laporan tersebut menyebutkan bahwa eksportir AS menjual 100.000 metrik ton jagung ke Kolombia untuk pengiriman pada tahun pemasaran 2026/2027.
Sementara itu, dari sisi pasokan global, kemajuan panen di Brasil menjadi sorotan. Konsultan agribisnis AgRural melaporkan bahwa hingga hari Kamis, para petani di wilayah tengah-selatan Brasil telah memanen 49% dari tanaman jagung kedua mereka untuk musim 2026. Angka ini naik dari 40% pada minggu sebelumnya, namun masih tertinggal dibandingkan laju panen tahun lalu yang mencapai 55% pada periode yang sama.