Story

Citi Perkuat Divisi Opsi Valas Asia dengan Tiga Perekrutan Senior di Singapura

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 28, 20261 min read
Citi Perkuat Divisi Opsi Valas Asia dengan Tiga Perekrutan Senior di Singapura

Summary

Citigroup menunjuk tiga trader senior untuk divisi opsi valuta asing di Singapura, sebuah langkah untuk meningkatkan kapabilitas market-making dan manajemen risiko di kawasan Asia.

Text size
Background

Citigroup telah menunjuk tiga trader senior untuk memperkuat divisi opsi valuta asing (valas) di Singapura. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas *market-making* dan manajemen risiko bank tersebut di tingkat regional, menurut pernyataan perusahaan pada hari Selasa.

Detail Perekrutan Strategis

Perekrutan ini mendatangkan talenta berpengalaman dari bank-bank investasi terkemuka lainnya untuk mengisi posisi kunci di tim perdagangan Citi.

  • Eric Poon ditunjuk sebagai direktur di tim perdagangan opsi pasar negara berkembang (EM) Asia. Dengan pengalaman 20 tahun di produk G10 dan pasar EM Asia, Poon bergabung dari BNP Paribas dan akan melapor kepada Akshay Saxena, kepala opsi valas untuk Asia Pasifik.
  • Richeng Zheng bergabung sebagai *trader* opsi G10 dan akan melapor kepada direktur Nicky Lam. Zheng sebelumnya bekerja di Bank of America, di mana ia merupakan satu-satunya *book runner* opsi G10 di zona waktu Asia.
  • Ying Zhou akan bergabung pada bulan Agustus sebagai *trader* opsi EM, melapor kepada Saxena. Zhou pindah dari Deutsche Bank di Singapura, dengan spesialisasi pada derivatif eksotis dan opsi valas.
Sample IUX Markets – In-articleAd

Konteks Penguatan Bisnis Valas

Langkah perekrutan ini sejalan dengan strategi Citi untuk memperkuat waralaba opsi valas globalnya. Penguatan ini terjadi di tengah kinerja yang solid dari divisi pasar bank tersebut.

Pada kuartal kedua tahun 2026, Citi melaporkan kenaikan pendapatan pasar secara keseluruhan sebesar 17% menjadi $7,0 miliar. Secara spesifik, pendapatan dari pasar Pendapatan Tetap (*Fixed Income*) naik 7% menjadi $4,7 miliar, yang didorong oleh volume valuta asing yang lebih tinggi.

Back to latest news

LATEST