Story
Citi memperkirakan USD/JPY akan diperdagangkan dalam kisaran ¥155-¥160 menjelang pertemuan Bank Sentral Jepang (BoJ).

Pasangan mata uang USD/JPY diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran sempit ¥155 hingga ¥160 dalam jangka pendek, menurut analisis terbaru dari Citi. Perkiraan ini muncul ketika pasar menunggu keputusan kebijakan moneter minggu depan dari Bank Sentral Jepang (BoJ), serta Komite Pasar Terbuka Federal AS dan Bank Sentral Eropa.
Prospek Bank Sentral
Analis Citi tidak mengantisipasi kejutan besar dari pertemuan bank sentral yang akan datang. Untuk Bank Sentral Jepang, bank tersebut memproyeksikan suku bunga kebijakan akan dipertahankan pada level saat ini yaitu 1,25%.
Harapan akan stabilitas kebijakan dari bank sentral utama ini mendukung pandangan bahwa pasangan mata uang tersebut kemungkinan akan tetap terkendali. Citi juga mencatat potensi rebound jangka pendek pada USD/JPY setelah penurunan baru-baru ini.
Level Intervensi yang Menjadi Fokus
Analis di Citi telah mengidentifikasi ¥160 per dolar sebagai level kritis yang dapat memicu putaran intervensi lain dari otoritas Jepang untuk mendukung yen. Bank tersebut meyakini bahwa tujuan intervensi semacam itu adalah untuk mendorong nilai tukar kembali di bawah ¥155.
AdHal ini menyoroti sikap yang lebih hawkish terhadap kebijakan mata uang dari Jepang, menurut laporan tersebut. Yen telah menghadapi pelemahan yang terus-menerus terhadap dolar AS yang secara umum kuat, yang menurut Citi akan berlanjut menjelang pemilihan paruh waktu.
Konteks yang Lebih Luas
Prakiraan tersebut menunjukkan periode menunggu yang waspada bagi para pedagang valuta asing. Faktor-faktor kunci yang memengaruhi pasangan mata uang ini meliputi:
- Komitmen Bank Sentral Jepang terhadap kebijakan saat ini.
- Ambang batas yang diperkirakan untuk intervensi pembelian yen oleh pemerintah Jepang.
- Kekuatan dolar AS yang berkelanjutan.