Story
Gandum Chicago Catat Kenaikan Bulanan Pertama dalam Tiga Bulan di Tengah Ketegangan Laut Hitam

Summary
Harga gandum berjangka Chicago mencatatkan kenaikan bulanan pertamanya dalam tiga bulan, didorong oleh kekhawatiran gangguan pasokan dari Laut Hitam menyusul eskalasi serangan antara Rusia dan Ukraina.
Harga gandum berjangka Chicago membukukan kenaikan bulanan untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, meskipun mengalami penurunan pada perdagangan hari Jumat. Sentimen pasar didominasi oleh meningkatnya kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan dari kawasan Laut Hitam.
Ketegangan Laut Hitam Mendorong Harga
Kenaikan harga selama sebulan terakhir terutama dipicu oleh eskalasi konflik di Laut Hitam. Serangan oleh Rusia dan Ukraina telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar mengenai keamanan jalur pelayaran komoditas.
Menurut para analis, para pemilik kapal, perusahaan asuransi, dan eksportir kemungkinan menjadi lebih enggan untuk beroperasi di wilayah tersebut. Situasi ini berpotensi meningkatkan biaya pengiriman dan memperlambat pergerakan gandum global, sehingga menopang harga.
Koreksi di Akhir Pekan
AdNamun, pada hari Jumat, harga gandum mengalami tekanan jual. Menurut Brian Splitt, seorang mitra di AgMarket.net, penurunan ini disebabkan oleh perdagangan teknikal dan aksi likuidasi posisi di akhir bulan oleh para investor.
Harga gandum sempat melonjak pada hari Kamis setelah muncul laporan serangan drone Ukraina di pelabuhan Taman, Rusia. Berikut adalah rincian pergerakan harga di Chicago Board of Trade (CBOT):
- Gandum ditutup turun 24-1/4 sen menjadi $6,39-1/4 per gantang pada hari Jumat, setelah pada sesi sebelumnya mencapai level $6,86-1/2 per gantang.
- Jagung juga melemah, dengan kontraknya turun 4-1/2 sen menjadi $4,64 per gantang.
- Kedelai mengikuti tren penurunan yang sama, tertekan oleh faktor teknikal.