Story

Harga Gandum Chicago Capai Level Tertinggi 3,5 Tahun di Tengah Eskalasi Laut Hitam

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 1, 20261 min read
Harga Gandum Chicago Capai Level Tertinggi 3,5 Tahun di Tengah Eskalasi Laut Hitam

Summary

Harga gandum berjangka melonjak ke level tertinggi dalam tiga setengah tahun terakhir setelah laporan serangan Rusia terhadap infrastruktur pelabuhan Ukraina di Laut Hitam, memicu kekhawatiran baru terhadap pasokan gandum global.

Text size
Background

Harga gandum berjangka di Chicago melonjak ke level tertingginya dalam tiga setengah tahun pada hari Selasa, dipicu oleh laporan bahwa Rusia menolak proposal penghentian serangan di Laut Hitam dan melancarkan serangan baru terhadap infrastruktur pelabuhan di wilayah tersebut.

Serangan di Laut Hitam Memicu Kenaikan Harga

Kontrak gandum yang paling aktif diperdagangkan di Chicago Board of Trade (CBOT) ditutup naik 13,5 sen pada $7,87-1/4 per gantang (bushel). Menurut laporan dari Investing.com, harga sempat menyentuh $7,92-1/4 per gantang di awal sesi, menandai level tertinggi sejak Februari 2023.

Kenaikan ini terjadi setelah para pejabat Ukraina melaporkan serangan semalam oleh Rusia terhadap infrastruktur pelabuhan di wilayah Odesa. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyatakan bahwa serangan tersebut secara sengaja menargetkan infrastruktur transit dan ekspor di perbatasan dengan Rumania, sehingga meningkatkan kekhawatiran investor terhadap gangguan pasokan gandum global yang signifikan.

Dampak Luas ke Pasar Komoditas Lain

Sentimen bullish di pasar gandum juga berdampak pada komoditas biji-bijian lainnya. Harga jagung berjangka naik ke level tertinggi dalam tiga tahun, didukung oleh prospek panen yang kurang memuaskan di Amerika Serikat serta imbas dari kenaikan harga gandum.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sementara itu, kedelai berjangka mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua setengah tahun. Penguatan harga kedelai didorong oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Pengumuman kebijakan yang berkaitan dengan biofuel.
  • Pembelian berkelanjutan kedelai AS oleh Tiongkok.
  • Kekhawatiran bahwa cuaca panas dan kering akan merusak hasil panen di AS.

Ketidakpastian Pasokan Mendominasi Pasar

Harga sempat mengalami sedikit penurunan setelah Turki menyatakan bahwa komunikasi dengan Rusia dan Ukraina mengenai pengiriman biji-bijian Laut Hitam masih berlangsung. Namun, harga dengan cepat berbalik arah dan kembali menguat, menandakan bahwa pasar lebih fokus pada risiko gangguan pasokan fisik yang nyata.

Bagi para investor, eskalasi konflik di Laut Hitam, yang merupakan jalur ekspor vital, akan terus menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan harga komoditas biji-bijian dalam waktu dekat.

Back to latest news

LATEST