Story

CEO Dewan Fesyen AS Cuti Usai Insiden Fisik dengan Demonstran di New York Fashion Week

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 15, 20262 min read
CEO Dewan Fesyen AS Cuti Usai Insiden Fisik dengan Demonstran di New York Fashion Week
Text size
Background

CEO dari Council of Fashion Designers of America (CFDA), Steven Kolb, telah mengambil cuti dari perannya menyusul insiden di mana ia secara fisik menahan para aktivis hak-hak hewan. Peristiwa yang terjadi di sebuah peragaan busana New York Fashion Week pada hari Minggu ini terekam dalam video yang beredar luas secara online dan menimbulkan kehebohan di sektor fesyen AS.

Kronologi Insiden

Insiden tersebut terjadi selama peragaan busana merek COS, yang dimiliki oleh H&M. Menurut video yang dilihat oleh Reuters, Kolb terlihat mencengkeram setidaknya dua aktivis dari kelompok People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) yang memprotes penggunaan wol domba oleh merek tersebut.

Dalam rekaman itu, Kolb tampak menahan seorang aktivis di lantai dan menutup mulutnya dengan tangan. Tindakan ini memicu reaksi cepat dari berbagai pihak, termasuk kelompok aktivis dan organisasi fesyen itu sendiri.

Tanggapan dan Konsekuensi

Menyusul insiden tersebut, berbagai pihak telah mengeluarkan pernyataan resmi:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Steven Kolb: Dalam sebuah pernyataan di akun Instagram-nya pada hari Senin, Kolb meminta maaf dan menyatakan bahwa "tidak ada pembenaran untuk menahan orang lain secara fisik." Ia mengumumkan mengambil cuti sukarela dan berencana untuk bertemu dengan PETA.
  • CFDA: Sebagai penyelenggara New York Fashion Week, CFDA mengonfirmasi pada hari Selasa bahwa Kolb sedang cuti sambil menunggu "tinjauan penuh" atas masalah tersebut. Organisasi menyatakan bahwa mereka "menanggapi masalah ini dengan sangat serius."
  • PETA: Kelompok aktivis ini mendesak H&M dan COS untuk melarang wol dari koleksi mereka. PETA menambahkan bahwa tindakan Kolb "menunjukkan bagaimana para petinggi di dunia fesyen menggunakan kekerasan untuk membungkam orang-orang" yang mengadvokasi hak-hak hewan.
  • H&M: Juru bicara H&M menyatakan penyesalan mendalam atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa perusahaan menghormati hak setiap orang untuk menyuarakan pandangan. Perusahaan juga menyatakan bahwa mereka hanya mengambil serat hewani dari peternakan bersertifikat atau sumber daur ulang.

Dampak Terhadap Industri Fesyen

Insiden ini menyoroti meningkatnya ketegangan antara industri fesyen dan kelompok advokasi mengenai isu-isu etika dan keberlanjutan, khususnya terkait penggunaan material hewani. Bagi investor dan pengamat industri, peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko reputasi yang dihadapi merek dan organisasi fesyen.

Posisi CFDA sebagai asosiasi dagang industri fesyen terkemuka di AS membuat insiden ini sangat signifikan. Hasil dari tinjauan internal dan langkah-langkah selanjutnya akan diawasi secara ketat, karena dapat menjadi preseden bagi cara industri menangani protes dan tekanan dari aktivis di masa depan.

Back to latest news

LATEST