Story
Dolar Kanada Melemah Tertekan Anjloknya Harga Minyak, Abaikan Data Perdagangan yang Kuat

Dolar Kanada melemah terhadap dolar AS pada hari Selasa, tertekan oleh anjloknya harga minyak mentah yang menutupi data ekonomi domestik yang sebenarnya positif. Mata uang yang dikenal sebagai loonie ini diperdagangkan 0,2% lebih rendah pada 1,4070 per dolar AS, atau 71,07 sen AS, setelah sempat menyentuh level intraday terlemahnya di 1,4076.
Penurunan Harga Minyak Jadi Pemberat Utama
Tekanan utama pada loonie datang dari pasar komoditas, di mana harga minyak mentah—salah satu ekspor utama Kanada—mengalami penurunan tajam. Harga minyak anjlok 5,7% menjadi $75,80 per barel.
Menurut laporan Investing.com, penurunan ini dipicu oleh harapan akan adanya resolusi diplomatik terhadap konflik Iran. Komentar dari pejabat Qatar dan AS mengindikasikan potensi peningkatan aliran minyak melalui Selat Hormuz, yang akan menambah pasokan global dan menekan harga.
Data Ekonomi Domestik Belum Mampu Menopang
Pelemahan dolar Kanada terjadi meskipun data ekonomi domestik menunjukkan kekuatan yang signifikan. Kanada mencatatkan surplus perdagangan selama empat bulan berturut-turut, mencapai level tertinggi dalam empat tahun sebesar C$3,86 miliar ($2,75 miliar) pada bulan Juni, melampaui perkiraan analis sebesar C$3 miliar.
AdData terpisah juga menunjukkan sektor manufaktur Kanada berekspansi pada laju tercepat dalam lebih dari empat tahun pada bulan Juli. Selain itu, data awal mengindikasikan ekonomi tumbuh 3,4% secara tahunan pada kuartal kedua, menandakan fundamental ekonomi yang solid.
Prospek Dibayangi Ancaman Tarif
Meskipun data ekspor kuat, para analis memperingatkan adanya risiko di masa depan. Andrew Grantham, ekonom senior di CIBC Capital Markets, menyatakan bahwa lonjakan volume ekspor merupakan pendorong utama kekuatan PDB pada kuartal kedua.
"Namun, dengan ancaman tarif baru yang membayangi, lonjakan ekspor ini dapat dengan mudah melambat atau terhenti," kata Grantham dalam sebuah catatan. Bulan lalu, AS mengumumkan tarif baru atas barang-barang Kanada senilai hampir $20 miliar, menciptakan ketidakpastian bagi prospek perdagangan negara tersebut.