Story

Dolar Kanada Sentuh Level Tertinggi 3 Bulan di Tengah Kenaikan Minyak dan Harapan Dagang

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 20, 20261 min read
Dolar Kanada Sentuh Level Tertinggi 3 Bulan di Tengah Kenaikan Minyak dan Harapan Dagang
Text size
Background

Dolar Kanada mencapai level terkuatnya dalam hampir tiga bulan terhadap dolar AS pada hari Kamis, didukung oleh lonjakan harga minyak dan harapan investor terhadap negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung antara Kanada dan Amerika Serikat.

Faktor Pendorong Penguatan Loonie

Penguatan mata uang yang dijuluki "loonie" ini ditopang oleh beberapa faktor kunci. Pertama, kenaikan harga minyak, yang merupakan salah satu komoditas ekspor utama Kanada. Harga minyak mentah berjangka AS (WTI) dilaporkan naik 2% menjadi $87,50 per barel setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan potensi tindakan balasan terhadap negara-negara yang mendukung Iran.

Menurut Darren Richardson, chief operating officer di Vantry Capital Inc., kenaikan harga minyak dan pelemahan dolar AS secara umum menjadi pendorong utama bagi mata uang Kanada. Pelemahan dolar AS terjadi di tengah kekhawatiran atas meningkatnya utang pemerintah AS, di mana Departemen Keuangan pada hari Rabu mengumumkan bahwa total utang AS untuk pertama kalinya melampaui $40 triliun.

Optimisme pasar juga didorong oleh pertemuan negosiator perdagangan tingkat atas dari Kanada dan AS di Washington untuk hari kedua berturut-turut. Pertemuan ini bertujuan untuk menyelesaikan perjanjian dagang yang dapat mengurangi tarif dan bea masuk balasan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kinerja Pasar dan Konteks

Di pasar valuta asing, loonie diperdagangkan 0,1% lebih tinggi pada level 1,3790 per dolar AS, atau setara dengan 72,52 sen AS. Sepanjang sesi perdagangan, mata uang ini sempat menyentuh level intraday terkuatnya sejak 21 Mei di 1,3757.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Kanada terpantau naik. Di sisi lain, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, sedikit menguat setelah menghadapi tekanan jual pada hari sebelumnya ketika Departemen Keuangan AS mengambil langkah-langkah untuk menenangkan gejolak di pasar obligasi.

Back to latest news

LATEST