Story
BTSE Group Masuki Pasar Indonesia Melalui Usaha Patungan, Luncurkan Bursa Kripto Berlisensi OJK

BTSE Group, penyedia solusi teknologi dan perdagangan aset blockchain, mengumumkan peluncuran resmi BTSE Indonesia, sebuah bursa aset kripto dan digital yang telah teregulasi di Indonesia. Entitas baru ini didirikan melalui usaha patungan (joint venture) dengan PT Aset Kripto Internasional dan merupakan hasil dari rebranding platform aset digital NVX.
Struktur Usaha dan Peran Masing-Masing
Dalam struktur usaha patungan ini, BTSE Group akan menyediakan tulang punggung platform perdagangan, termasuk infrastruktur, likuiditas yang dalam, dan teknologi. Sementara itu, BTSE Indonesia akan berfokus pada akuisisi pengguna, pemasaran, kemitraan strategis, dan penjualan, dengan memanfaatkan pengetahuan pasar lokal untuk mengakselerasi pertumbuhan.
Menurut pengumuman pada 3 Juli 2026, kolaborasi ini bertujuan untuk menggabungkan keahlian infrastruktur global dengan wawasan pasar domestik. Jeff Mei, Chief Operating Officer BTSE Group, menyatakan bahwa Indonesia memiliki semua elemen untuk menjadi pusat kripto utama di Asia, termasuk populasi, permintaan, dan kerangka regulasi.
Implikasi Regulasi dan Penawaran Produk
BTSE Indonesia telah memperoleh lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan beroperasi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang teregulasi. Status ini memberikan jaminan lebih besar bagi pengguna melalui perlindungan aset nasabah yang kuat, kepatuhan terhadap peraturan anti pencucian uang, dan operasional bisnis yang transparan.
AdLisensi tersebut memungkinkan BTSE Indonesia untuk:
- Bekerja sama dengan bank-bank lokal di Indonesia.
- Menawarkan layanan deposit, penarikan, dan konversi dalam mata uang Rupiah (IDR).
- Menyediakan pasangan perdagangan berbasis IDR.
- Memperluas portofolio produk, termasuk potensi perdagangan berjangka (futures) di masa depan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Prospek Pasar dan Visi ke Depan
Masuknya BTSE menandai babak baru bagi lanskap aset digital di Indonesia. Stephanie Kusnadi, Chief Strategy Officer BTSE Indonesia, mengatakan bahwa dengan keahlian lokal yang mendalam dan dukungan dari bursa global, pihaknya berada di posisi unik untuk menghadirkan platform yang aman, kompetitif, dan patuh terhadap regulasi lokal.
Platform ini akan menawarkan akses ke lebih dari 200+ aset digital dengan pasangan perdagangan IDR dan USDT. Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dengan membawa standar global kepada pengguna lokal.