Story
Minyak Brent Tembus $90 per Barel Setelah AS Serang Peluncur Roket Iran

Summary
Harga minyak mentah global melonjak tajam setelah militer AS melakukan serangan di Selat Hormuz, menyoroti kerentanan jalur pasokan energi di tengah ketegangan geopolitik yang kembali memanas.
Harga minyak mentah internasional melonjak tajam pada hari Senin, dengan patokan global Brent menembus level psikologis $90 per barel, setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap instalasi roket Iran di dekat Selat Hormuz. Insiden ini mengakhiri periode tenang yang relatif singkat dan kembali menyulut kekhawatiran pasar atas keamanan jalur vital transportasi minyak di Timur Tengah.
Rincian Serangan dan Reaksi Pasar
Komando Pusat AS mengonfirmasi serangan tersebut, yang terjadi pada hari Minggu. Juru bicara Kapten Tim Hawkins menyatakan bahwa militer AS menargetkan sebuah peluncur roket Iran yang sedang dalam persiapan untuk memasang ranjau laut di jalur pelayaran tersebut.
Menyusul berita ini, pasar merespons dengan cepat:
- Kontrak Brent untuk bulan November naik melampaui $90 per barel.
- Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mendekati level $86 per barel.
Kenaikan ini menggarisbawahi betapa sensitifnya pasar energi terhadap eskalasi konflik di kawasan tersebut. Volume perdagangan Brent kemungkinan lebih rendah dari biasanya karena hari libur umum di beberapa wilayah Inggris pada hari Senin.
AdKonteks Volatilitas Tinggi
Serangan ini terjadi di tengah pasar minyak yang sudah bergejolak. Sepanjang bulan ini, harga berjangka Brent telah berfluktuasi dalam rentang yang lebar, mendekati $17 per barel. Harga telah dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling bertentangan, termasuk upaya gencatan senjata yang sesekali muncul serta retorika keras dari Washington untuk mengisolasi ekonomi Iran.
Namun, sejumlah analis menilai tindakan nyata yang diambil AS sejauh ini tidak sekuat retorikanya. Terlepas dari ketegangan, para pedagang yang melacak pengiriman kargo memperkirakan bahwa sekitar 6 juta hingga 8 juta barel minyak per hari masih transit melalui Selat Hormuz.
Arus Lalu Lintas di Selat Hormuz
Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, melaporkan bahwa lalu lintas kapal "berlangsung secara terbatas" pada rute-rute yang disetujui oleh Teheran. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa kapal-kapal yang melintas diwajibkan untuk membayar biaya transit.