Story
BofA Prediksi Euro Akan Terus Melemah Terhadap Dolar Australia dan Selandia Baru

Bank of America (BofA) memperkirakan euro akan mengalami depresiasi lebih lanjut terhadap dolar Australia (AUD) dan dolar Selandia Baru (NZD) dalam beberapa bulan mendatang. Proyeksi ini didasarkan pada analisis fundamental yang menimbang prospek komoditas terhadap risiko ekonomi makro.
Proyeksi Bank of America
Menurut analisis BofA, bank tersebut tetap optimistis (*bullish*) terhadap pasangan mata uang NZD/USD dan AUD/USD untuk beberapa bulan ke depan. Akibatnya, mereka melihat potensi pelemahan lebih lanjut pada pasangan silang seperti EUR/AUD dan EUR/NZD.
Namun, bank tersebut mencatat adanya faktor risiko dari sisi teknikal. Posisi perdagangan (*positioning*) pada pasangan dolar Selandia Baru terlihat rentan, dan pada tingkat yang lebih rendah, hal yang sama juga berlaku untuk pasangan dolar Australia. Ini mengindikasikan bahwa reli pada kedua mata uang tersebut mungkin telah terlalu ramai, sehingga rentan terhadap koreksi.
Prospek Komoditas vs. Risiko Tiongkok
Salah satu pendorong utama optimisme BofA terhadap AUD dan NZD adalah pandangan konstruktif dari para ahli strategi komoditasnya. Meskipun ada kekhawatiran mengenai Tiongkok, mereka melihat faktor-faktor kuat yang mendukung harga logam industri dan produk pertanian.
Faktor-faktor pendukung tersebut antara lain:
Ad- Belanja modal (capex) terkait kecerdasan buatan (AI)
- Kebutuhan material untuk transisi energi
- Risiko cuaca yang dapat mengganggu pasokan
Kombinasi ini diperkirakan akan memperburuk ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar komoditas, yang secara historis menguntungkan mata uang yang terkait dengan komoditas seperti AUD dan NZD. Namun, BofA juga mengakui bahwa lemahnya permintaan domestik di Tiongkok menjadi hambatan signifikan, karena impuls kredit yang lebih rendah di negara tersebut biasanya menyebabkan penurunan impor dari Australia dan Selandia Baru.
Implikasi bagi Investor
Bagi para pelaku pasar, analisis BofA menyajikan gambaran yang kompleks. Prospek positif untuk komoditas utama memberikan argumen fundamental yang kuat untuk penguatan AUD dan NZD. Namun, hal ini diimbangi oleh risiko perlambatan permintaan dari Tiongkok dan posisi pasar yang sudah jenuh.
Investor kemungkinan akan memantau dengan cermat data ekonomi Tiongkok dan perkembangan di pasar komoditas untuk mengukur arah selanjutnya dari mata uang ini. Pelemahan euro yang diproyeksikan terhadap AUD dan NZD menunjukkan adanya divergensi kebijakan dan fundamental antara Eropa dan Oseania.