Story
Bitcoin Kembali ke Atas $60.000 Setelah Catat Kerugian Kuartalan 14%

Harga Bitcoin menguat hampir 4% pada hari Rabu, berhasil merebut kembali level kunci $60.000 sehari setelah mencatatkan kerugian kuartalan yang signifikan. Kenaikan ini menjadi sedikit angin segar bagi investor setelah periode pelemahan yang didorong oleh ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi dan arus keluar dana dari produk investasi institusional.
Menurut data Investing.com, pada pukul 17:55 ET (21:55 GMT), Bitcoin diperdagangkan naik 3,7% di level $60.807,4. Sebelumnya pada hari yang sama, aset kripto terbesar di dunia ini sempat menyentuh level terendah dalam 22 bulan di $57.803,0.
Kinerja Kuartalan yang Buruk
Rebound ini terjadi setelah kinerja yang sangat lemah pada kuartal sebelumnya. Bitcoin tercatat anjlok 14% pada kuartal yang berakhir Juni, yang membuat total kerugiannya sejak awal tahun (year-to-date) menjadi 32%. Harga saat ini juga diperdagangkan lebih dari 50% di bawah rekor tertingginya yang dicapai pada Oktober.
Pelemahan ini sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran atas kebijakan moneter AS. The Federal Reserve yang mengisyaratkan sikap *hawkish* dalam pertemuan Juni lalu telah meningkatkan ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga, yang pada gilirannya menaikkan biaya peluang untuk berinvestasi pada aset tanpa imbal hasil seperti mata uang kripto.
Arus Keluar Dana ETF Mencapai Rekor
Tekanan jual terhadap Bitcoin diperparah oleh arus keluar dana yang berkelanjutan dari produk *exchange-traded fund* (ETF) Bitcoin spot di AS. Menurut data dari SoSoValue, ETF ini mengalami arus keluar bulanan terbesar sejak diluncurkan, dengan investor menarik $4,5 miliar pada bulan Juni.
Ad- Arus keluar ini menandai sembilan hari penarikan berturut-turut.
- iShares Bitcoin Trust (IBIT) dari BlackRock menyumbang porsi terbesar dari arus keluar, yaitu sebesar $3,55 miliar.
- Total aset bersih di seluruh ETF Bitcoin spot AS telah turun menjadi sekitar $70,9 miliar, jauh dari puncaknya yang pernah melampaui $110 miliar.
Sentimen negatif ini juga tercermin dari revisi target harga oleh analis. Citi memangkas target harga 12 bulan untuk Bitcoin menjadi $82.000 dari sebelumnya $112.000, dengan alasan pelemahan permintaan investor dan aliran dana ETF yang negatif. Dalam skenario *bear-case*, Citi melihat potensi Bitcoin jatuh ke $53.000.
Prospek Pasar Kripto
Kenaikan Bitcoin turut mengangkat pasar altcoin. Aset kripto terbesar kedua, Ether, naik 3,8% menjadi $1.631,29. Aset lainnya seperti Solana dan Cardano bahkan membukukan kenaikan yang lebih kuat, masing-masing sebesar 6,8% dan 9,2%.
Meskipun terjadi rebound jangka pendek, prospek pasar tetap tidak menentu. Investor masih mencermati sinyal kebijakan dari The Fed, di mana Ketua The Fed Kevin Warsh menolak memberikan panduan ke depan mengenai arah suku bunga. Ketidakpastian ini, ditambah dengan rotasi investor ke aset terkait kecerdasan buatan (AI), kemungkinan akan terus membebani sentimen di pasar kripto.