Story
Bitcoin Diprediksi Meraih Kenaikan 42% di Kuartal Ketiga di Tengah Optimisme Regulasi

Summary
Bitcoin siap mencatatkan kinerja kuartalan terkuatnya sejak akhir tahun 2024, didorong oleh ekspektasi lingkungan regulasi AS yang lebih menguntungkan, meskipun kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dan ketegangan geopolitik menghadirkan hambatan.
Harga Bitcoin tetap stabil pada hari Rabu, menempatkan mata uang kripto terbesar di dunia ini pada jalur untuk kenaikan kuartalan yang substansial, didorong oleh optimisme atas lanskap regulasi yang membaik di Amerika Serikat.
Pada pukul 9:20 pagi ET, Bitcoin diperdagangkan naik 1,5% pada $85.490, menurut data Investing.com. Token ini diperkirakan akan menutup kuartal ketiga, yang berakhir pada 30 September, dengan kenaikan sekitar 42%, kinerja terbaiknya sejak kuartal keempat tahun 2024.
Harapan Regulasi Mendorong Lonjakan Kuartalan
Pendorong utama di balik kinerja kuartalan Bitcoin yang kuat adalah antisipasi pasar terhadap kerangka regulasi AS yang lebih menguntungkan. Menurut sumber tersebut, serangkaian langkah oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) telah menyebabkan investor sebagian besar mengabaikan kegagalan legislatif dari rancangan undang-undang kejelasan aset digital yang diusulkan.
Beberapa faktor lain telah mendukung reli tersebut. Kekhawatiran atas kesehatan fiskal AS, yang disoroti oleh melonjaknya imbal hasil obligasi pemerintah, dilaporkan telah mendorong sebagian modal ke aset alternatif seperti emas dan Bitcoin. Selain itu, MicroStrategy (NASDAQ:MSTR), pemegang Bitcoin terbesar di dunia, melanjutkan aktivitas pembeliannya selama kuartal tersebut, memberikan dukungan lebih lanjut.
Hambatan Makro dan Risiko Geopolitik
Meskipun terjadi kenaikan kuartalan, hambatan tetap ada. Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang terus tinggi terus membatasi momentum kenaikan, yang menyebabkan Bitcoin mundur dari level tertinggi delapan bulan sebelumnya pada bulan September. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun tetap di atas 5,2%, mendekati puncak 19 tahun, karena para pedagang bertaruh bahwa inflasi yang membandel akan memaksa Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.
AdKetidakpastian geopolitik juga membebani pasar. Sumber data mencatat bahwa ketegangan antara AS dan Iran menambah kehati-hatian investor, yang berkontribusi pada penurunan harga mata uang kripto menjelang akhir kuartal.
Altcoin Berkinerja Lebih Baik di Kuartal Ketiga
Meskipun Bitcoin mencatatkan hasil yang kuat, beberapa mata uang kripto alternatif, atau altcoin, mencatatkan kenaikan yang lebih mengesankan selama kuartal ketiga. Chainlink (LINK) menjadi salah satu altcoin yang berkinerja luar biasa, nilainya hampir berlipat ganda.
Kinerja altcoin utama untuk kuartal ketiga meliputi:
- Chainlink (LINK): naik hampir 100%
- Ethereum (ETH): naik hampir 70%
- Cardano (ADA): naik hampir 70%
- XRP: naik 44,2%
- BNB: naik 39%
Lonjakan LINK dilaporkan didorong oleh ekspektasi bahwa lingkungan regulasi yang lebih ramah akan mempercepat adopsi keuangan terdesentralisasi (DeFi). Namun, sumber tersebut mencatat bahwa meskipun kuartal ini kuat, sebagian besar cryptocurrency tetap turun sepanjang tahun ini karena minat pasar yang lebih luas telah bergeser ke tren seperti kecerdasan buatan.