Story
Penjualan Billerud Kuartal II Turun 4% Akibat Pelemahan di Eropa

Summary
Produsen bahan kemasan asal Swedia, Billerud, melaporkan penjualan kuartal kedua turun menjadi SEK 9,83 miliar karena harga yang lebih rendah di Eropa, yang menutupi pertumbuhan kuat di Amerika Utara.
Produsen bahan kemasan asal Swedia, Billerud, melaporkan penurunan penjualan sebesar 4% secara tahunan (*year-over-year*) pada kuartal kedua. Kinerja ini dipengaruhi oleh harga yang lebih rendah di pasar Eropa, yang mengimbangi pertumbuhan di kawasan Amerika Utara.
Kinerja Keuangan Kuartal II
Berdasarkan laporan perusahaan, kinerja keuangan pada kuartal kedua menunjukkan beberapa tekanan. Penjualan tercatat sebesar SEK 9,83 miliar.
- EBITDA yang Disesuaikan: Turun menjadi SEK 661 juta.
- Margin EBITDA: Menurun menjadi 7% dari 9% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
- Laba Bersih: Perusahaan mencatatkan rugi bersih sebesar SEK 64 juta, atau SEK 0,26 per saham.
- Laba Operasi: Tercatat negatif sebesar SEK 58 juta.
Billerud mengaitkan kerugian tersebut dengan penghentian terjadwal untuk pemeliharaan serta hilangnya tunjangan emisi. Di sisi lain, perusahaan berhasil melakukan penghematan biaya sebesar SEK 150 juta selama kuartal tersebut.
Kontras Kinerja Regional
AdKinerja Billerud menunjukkan perbedaan yang signifikan antara dua pasar utamanya. Kawasan Amerika Utara menunjukkan pertumbuhan penjualan bersih netral mata uang sebesar 11%, menandai volume pengiriman tertinggi sejak tahun 2022. Pertumbuhan ini didukung oleh kondisi pasar yang solid dan tindakan penyesuaian harga.
Sebaliknya, di Eropa, perusahaan menghadapi tantangan dari harga jual yang lebih rendah dan penurunan volume. Meskipun demikian, profitabilitas sekuensial di kawasan ini menunjukkan perbaikan berkat kenaikan harga, bauran penjualan yang positif, dan biaya input yang lebih rendah.
Prospek Kuartal Ketiga
Menatap kuartal ketiga, Billerud memperkirakan kondisi pasar yang solid di Amerika Utara akan terus berlanjut. Untuk pasar Eropa, perusahaan mengantisipasi kondisi pasar yang sedikit membaik namun masih diliputi ketidakpastian.
Manajemen memproyeksikan dampak harga yang positif di kedua wilayah dan memperkirakan biaya input akan tetap datar pada kuartal mendatang. Hal ini memberikan sinyal potensi perbaikan margin jika kondisi pasar sesuai dengan ekspektasi.