Story
Axfood Laporkan Pendapatan Q2 di Bawah Target Akibat Deflasi Harga Pangan

Summary
Peritel bahan makanan Swedia, Axfood, mencatatkan pendapatan dan laba kuartal kedua yang meleset dari ekspektasi analis. Kinerja ini tertekan oleh deflasi harga pangan dan efek kalender.
Peritel bahan makanan asal Swedia, Axfood, melaporkan pendapatan kuartal kedua yang tidak mencapai ekspektasi analis, dipengaruhi oleh tekanan dari deflasi harga pangan dan efek kalender. Kinerja yang lebih rendah dari perkiraan ini menyoroti tantangan yang dihadapi sektor ritel di tengah perubahan kondisi ekonomi.
Kinerja Keuangan di Bawah Ekspektasi
Menurut laporan perusahaan yang dirilis pada hari Rabu, pendapatan untuk kuartal tersebut mencapai SEK 23,2 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan 0,9% dari tahun sebelumnya, namun berada di bawah estimasi konsensus analis sebesar SEK 23,67 miliar.
Laba operasi juga meleset dari perkiraan, mencapai SEK 964 juta, dibandingkan dengan proyeksi analis sebesar SEK 1,008 miliar. Berikut adalah rincian metrik keuangan utama lainnya:
- Margin EBIT: 4,20%
- Laba Bersih: SEK 647 juta
- Laba per Saham Disesuaikan (EPS): SEK 2,94
AdDampak Deflasi dan Fokus Strategis
Axfood mengonfirmasi bahwa deflasi harga pangan menjadi faktor utama yang membebani pertumbuhan selama periode tersebut. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang menantang bagi peritel untuk meningkatkan pendapatan secara signifikan.
Di tengah tantangan tersebut, jaringan Hemköp milik perusahaan menunjukkan kinerja yang kuat dengan pertumbuhan 7,4% dan berhasil meningkatkan pangsa pasarnya. Perusahaan juga mempertahankan targetnya untuk mencapai profitabilitas pada rantai City Gross pada paruh kedua tahun 2026.
Ke depan, Axfood menyatakan akan terus melanjutkan rencana strategis jangka panjang dan langkah-langkah yang ditargetkan untuk memperkuat pertumbuhan. Fokus utama akan diberikan pada optimalisasi logistik dan efisiensi biaya untuk menavigasi dampak deflasi harga pangan dan kenaikan harga bahan bakar.