Story
Saham AT&T Menguat Setelah Laba Kuartal II dan Pertumbuhan Pelanggan Lampaui Ekspektasi

Saham AT&T (NYSE: T) menguat dalam perdagangan pra-pasar setelah raksasa telekomunikasi tersebut merilis laporan keuangan kuartal kedua yang melampaui estimasi Wall Street. Kinerja solid ini didorong oleh akselerasi pertumbuhan pelanggan di segmen konektivitas utamanya.
Kinerja Keuangan Lampaui Konsensus
AT&T melaporkan laba per saham (EPS) kuartal kedua sebesar $0,65, secara signifikan mengalahkan estimasi analis sebesar $0,59. Pendapatan mencapai $31,6 miliar, tumbuh 2,3% secara tahunan (YoY) dan hampir sejalan dengan konsensus pasar sebesar $31,8 miliar.
Metrik profitabilitas juga menunjukkan kekuatan. EBITDA yang disesuaikan naik 5,2% menjadi $12,3 miliar, sementara arus kas bebas meningkat menjadi $4,7 miliar dari $4,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka-angka ini menandakan efisiensi operasional dan kesehatan finansial yang membaik.
Pertumbuhan Pelanggan Jadi Motor Penggerak
Pendorong utama kinerja kuartal ini adalah momentum pada segmen *Advanced Connectivity*. Pendapatan dari layanan ini naik 5,1% menjadi $23,5 miliar, dengan laba operasional melonjak 20,3% menjadi $7,3 miliar. Perusahaan berhasil menambah lebih dari 1 juta pelanggan *Advanced Connectivity* selama kuartal tersebut.
Berikut rincian penambahan pelanggan bersih:
Ad- Telepon pascabayar: 432.000 pelanggan
- Serat optik (*fiber*): 367.000 pelanggan
- Nirkabel tetap (*fixed wireless*): 279.000 pelanggan
AT&T juga melaporkan tingkat *churn* (pelanggan berhenti berlangganan) telepon pascabayar yang rendah, yaitu sebesar 0,86%, mengindikasikan loyalitas pelanggan yang tinggi.
Proyeksi dan Ekspansi Infrastruktur
Melihat ke depan, AT&T menegaskan kembali proyeksi setahun penuh untuk 2026, menargetkan laba per saham di rentang $2,25 hingga $2,35, yang sejalan dengan konsensus analis sebesar $2,32. Perusahaan juga menargetkan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk dua digit hingga tahun 2028.
Perusahaan terus berinvestasi besar pada infrastruktur, dengan belanja modal mencapai $6,1 miliar pada kuartal ini. AT&T menambahkan lebih dari 1 juta lokasi serat optik, sehingga total jangkauannya mencapai 38,6 juta lokasi, dan tetap berada di jalur untuk mencapai lebih dari 40 juta lokasi pada akhir 2026.