Story
Rupiah Melemah Tajam di Tengah Stagnasi Mata Uang Asia Jelang Rapat The Fed

Sebagian besar mata uang Asia bergerak dalam rentang yang sempit pada hari Selasa, karena dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dalam satu bulan terakhir. Investor cenderung menahan diri untuk mengambil posisi baru menjelang pertemuan penting Federal Reserve minggu ini.
Dolar Kuat dan Penantian Pasar
Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, diperdagangkan stabil di sekitar level 101,46. Kekuatan dolar ini menekan mata uang regional karena investor mengantisipasi arah kebijakan moneter AS.
Pasar saat ini memperkirakan probabilitas sekitar 36% untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada hari Rabu. Selain keputusan suku bunga, investor juga akan mencermati data PDB dan inflasi PCE inti AS yang akan dirilis minggu ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan bank sentral.
Rupiah Tertekan Pasca Mundurnya Gubernur BI
Rupiah Indonesia menjadi mata uang dengan kinerja terlemah di kawasan, dengan pasangan USD/IDR naik 0,5%. Pelemahan ini merupakan kelanjutan dari tren negatif setelah pengunduran diri mendadak Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada awal pekan ini.
AdDeputi Gubernur Destry Damayanti telah ditunjuk sebagai pejabat gubernur. Namun, pergantian kepemimpinan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan investor mengenai kesinambungan kebijakan moneter ke depan. Perry Warjiyo, yang memimpin BI sejak 2018, dikenal dengan kerangka kebijakan yang mengombinasikan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas.
"Investor akan mencari jaminan bahwa Bank Indonesia tetap berada di bawah kepemimpinan yang berpengalaman dan independen untuk mempertahankan kepercayaan pada kerangka kebijakan moneter dan menjaga otonomi kelembagaan bank sentral," kata Radhika Rao, ekonom senior di DBS, seperti dikutip Investing.com.
Pergerakan Mata Uang Regional Lainnya
Di tempat lain, pergerakan mata uang Asia cenderung beragam dengan bias terbatas:
- Yen Jepang: Tetap tertekan di dekat level terendah dalam beberapa dekade, dengan USD/JPY diperdagangkan di sekitar 163,72 yen. Pasar menantikan keputusan kebijakan dari Bank of Japan (BOJ) pada hari Jumat.
- Won Korea Selatan & Dolar Taiwan: Won bergerak datar, sementara dolar Taiwan melemah dengan USD/TWD naik 0,4%.
- Dolar Australia & Selandia Baru: Keduanya menunjukkan perubahan minimal, dengan investor menyeimbangkan dampak penurunan harga minyak terhadap kehati-hatian menjelang rapat The Fed.
- Rupee India & Peso Filipina: Penurunan harga minyak mentah memberikan sedikit dukungan bagi mata uang negara importir energi ini. Namun, penguatan dolar AS membatasi potensi kenaikan yang lebih signifikan.