Story
Petani Argentina Genjot Penjualan Kedelai di Tengah Reli Harga

Summary
Petani di Argentina meningkatkan penjualan kedelai mereka, dengan volume mingguan mencapai 1,03 juta metrik ton, didorong oleh kenaikan harga akibat permintaan kuat dari Tiongkok dan kekhawatiran atas panen di AS.
Petani di Argentina meningkatkan penjualan kedelai untuk memanfaatkan reli harga komoditas tersebut. Menurut laporan dari bursa biji-bijian Rosario yang dirilis pada hari Jumat, penjualan kedelai untuk musim tanam 2025/26 mencapai 1,03 juta metrik ton pada pekan yang berakhir 2 September, volume mingguan tertinggi sejak akhir Juli.
Pemicu Reli Harga
Kenaikan penjualan ini didorong oleh lonjakan harga kedelai di pasar global. Bursa Rosario mengidentifikasi beberapa faktor utama di balik reli ini, termasuk permintaan yang kuat dari Tiongkok untuk kedelai asal Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran yang memburuk mengenai kondisi tanaman di AS.
Selain itu, laporan tersebut menyatakan bahwa harga minyak yang lebih tinggi, yang terkait dengan ketegangan antara AS dan Iran, juga turut berkontribusi pada penguatan harga komoditas agrikultur ini. Faktor-faktor ini secara kolektif menciptakan momentum positif bagi harga, mendorong petani Argentina untuk merealisasikan penjualan.
AdKonteks Pasar Global
Permintaan dari Tiongkok menjadi sorotan utama bagi pasar, terutama menjelang potensi pertemuan antara para pemimpin AS dan Tiongkok. Bursa tersebut mencatat bahwa setiap keringanan tarif dapat mempertahankan laju pembelian kedelai AS oleh Tiongkok hingga pasokan baru dari Belahan Bumi Selatan tersedia pada bulan Januari.
Kondisi ini juga diperkuat oleh kapasitas Brasil yang terbatas untuk meningkatkan penjualan kedelai secara signifikan ke Tiongkok pada kuartal keempat. Menurut laporan itu, permintaan dari pembeli lain dan aktivitas penggilingan domestik yang kuat di Brasil membatasi volume ekspornya, yang berpotensi membuka peluang lebih lanjut bagi eksportir seperti Argentina.