Story
Bank Mandiri Masuk Daftar 10 Saham Emerging Market Berprofil Valuasi dan Pertumbuhan Kuat

Summary
Sebuah riset dari Investing.com mengidentifikasi 10 saham dari pasar negara berkembang, termasuk PT Bank Mandiri (BMRI), yang menunjukkan kombinasi menarik antara valuasi wajar, pertumbuhan positif, dan profitabilitas solid.
Sebuah riset yang dipublikasikan oleh Investing.com telah menyaring sepuluh saham dari pasar negara berkembang (*emerging market*) yang menunjukkan profil valuasi dan pertumbuhan paling kuat. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi satu-satunya emiten asal Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut, menempatkannya di antara perusahaan-perusahaan dari India, Tiongkok, Korea Selatan, dan Afrika Selatan.
Kriteria Seleksi dan Saham Unggulan
Menurut analisis Investing.com per tanggal 16 September 2026, daftar ini disusun berdasarkan kombinasi beberapa metrik fundamental utama. Kriteria tersebut mencakup valuasi yang wajar, pertumbuhan pendapatan yang positif, tingkat *Return on Equity (ROE)* yang solid, serta potensi kenaikan (*upside*) berdasarkan estimasi analis.
Beberapa nama yang menonjol karena perpaduan pertumbuhan dan nilainya antara lain:
- Amperex Tech A (300750): Menunjukkan perpaduan pertumbuhan-nilai tertinggi dengan pertumbuhan pendapatan 39,5% dan ROE 25,2%.
- Zijin Mining A (601899): Memiliki profil operasional yang kuat dengan pertumbuhan pendapatan 17,0% dan ROE mencapai 38,9%.
- Tata Consultancy (TCS): Dianggap sebagai eksposur teknologi berkualitas dengan ROE sangat tinggi sebesar 48%.
Perlu ditekankan bahwa daftar ini merupakan hasil riset untuk penyaringan saham dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli.
Sorotan pada Bank Mandiri
AdBank Mandiri (BMRI) masuk dalam daftar ini dengan valuasi yang dianggap menarik. Berdasarkan data sumber, BMRI diperdagangkan dengan rasio *Price-to-Earnings (P/E)* 6,4x, yang tergolong rendah di antara saham perbankan. Analis melihat potensi kenaikan nilai wajar sebesar 22,6%.
Investing.com mendeskripsikan BMRI sebagai "saham perbankan *compounder* dengan kelipatan valuasi rendah". Namun, riset tersebut juga memberikan catatan bahwa kualitas kredit merupakan faktor utama yang perlu dicermati oleh investor saat mengevaluasi prospek bank ini. Metrik lain yang dicatat adalah pertumbuhan 3,2% dan ROE yang kuat sebesar 22,6%.
Diversifikasi Sektor dan Pertimbangan Risiko
Daftar ini mencakup berbagai sektor, mulai dari teknologi, pertambangan, otomotif, hingga barang konsumsi. Saham seperti Kia Corp (000270) dari Korea Selatan dan CNOOC (600938) dari Tiongkok disorot sebagai saham bernilai (*value stocks*) yang prospeknya sangat bergantung pada siklus ekonomi dan harga komoditas global.
Di sisi lain, saham teknologi India seperti Infosys (INFY) menghadapi tantangan spesifik, termasuk risiko disrupsi kecerdasan buatan (AI) dan panduan kinerja yang lemah. Sementara itu, MTN Group (MTNJ) dari Afrika Selatan menawarkan potensi pertumbuhan telekomunikasi namun dibayangi oleh risiko mata uang. Hal ini menggarisbawahi pentingnya bagi investor untuk memahami risiko spesifik yang melekat pada setiap perusahaan.