Story
AMC Bukukan Laba Kejutan dan Rekor Pendapatan Berkat Film Blockbuster

Summary
Jaringan bioskop AMC Entertainment melampaui ekspektasi Wall Street dengan laba kuartal kedua yang tak terduga dan pendapatan tertinggi sepanjang masa, didorong oleh penjualan tiket film-film laris.
Jaringan bioskop AMC Entertainment Holdings Inc. (AMC) melaporkan laba kejutan dan rekor pendapatan untuk kuartal kedua, melampaui ekspektasi analis berkat penjualan tiket yang kuat dari film-film blockbuster. Berita ini mendorong lonjakan signifikan pada harga saham perusahaan dalam perdagangan pra-pasar.
Kinerja Keuangan Lampaui Ekspektasi
Untuk kuartal yang berakhir pada 30 Juni, AMC mencatatkan pendapatan tertinggi sepanjang masa sebesar $1,60 miliar. Angka ini melampaui perkiraan rata-rata analis sebesar $1,47 miliar, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG.
Dari sisi profitabilitas, perusahaan membukukan laba per saham (EPS) disesuaikan sebesar 14 sen. Hasil ini secara signifikan membalikkan ekspektasi pasar yang memproyeksikan kerugian 6 sen per saham.
Film Laris Jadi Tulang Punggung
Pencapaian finansial ini didorong oleh serangkaian film sukses seperti "The Super Mario Galaxy Movie" dan "Obsession". AMC menyatakan bahwa selama kuartal kedua, enam film berbeda berhasil meraup pendapatan kotor pembukaan akhir pekan di pasar domestik yang melebihi $75 juta.
AdKinerja ini juga didukung oleh pemulihan industri bioskop pada tahun 2026 setelah mengalami disrupsi akibat pandemi dan mogok kerja Hollywood. Komitmen dari studio-studio besar seperti Disney dan Universal untuk mempertahankan jendela rilis eksklusif di bioskop dinilai membantu mendorong tingkat kehadiran penonton.
Respons Positif Investor
Menanggapi laporan keuangan yang kuat ini, saham AMC melonjak 16,5% dalam sesi perdagangan pra-pasar pada hari Senin. Reaksi positif ini mencerminkan optimisme investor terhadap pemulihan bisnis perusahaan.
Momentum positif juga terlihat dari data kehadiran penonton. Selama kuartal tersebut, jumlah penonton di bioskop AMC pasar Amerika Serikat naik 12%, sementara di pasar internasional meningkat sekitar 18%.