Story
Saham AbbVie Menguat Didorong Target Harga Baru dari BMO Capital

Saham raksasa farmasi AbbVie (ABBV) menguat sebesar 0,8% dalam perdagangan pra-pembukaan pada hari Senin. Kenaikan ini dipicu oleh rilis catatan analis yang sangat optimistis dari BMO Capital, yang menaikkan target harga saham perusahaan dari $258 menjadi $300 dan mempertahankan peringkat "Outperform".
Katalis dari Prospek Skyrizi
Analis BMO Capital menyoroti ketahanan pendapatan yang berkelanjutan dari Skyrizi hingga kuartal kedua tahun 2026. Menurut BMO, obat tersebut sejauh ini hanya mengalami tekanan kompetitif yang terbatas, meskipun terapi saingan, Icotyde, telah mendapatkan persetujuan dan diluncurkan secara komersial pada kuartal pertama.
Keyakinan BMO terhadap posisi kompetitif Skyrizi menjadi pendorong utama di balik kenaikan target harga yang signifikan ini. Hal ini memberikan sinyal positif kepada investor mengenai prospek pertumbuhan pendapatan AbbVie di masa mendatang.
Sentimen Positif dari Wall Street
Langkah BMO Capital sejalan dengan sentimen positif dari sejumlah firma besar Wall Street lainnya dalam beberapa hari terakhir. Beberapa institusi yang juga telah menaikkan target harga untuk AbbVie antara lain:
Ad- RBC Capital
- Wells Fargo
- Bank of America
- HSBC
- Cantor Fitzgerald
Secara umum, para analis ini mengutip kekuatan waralaba imunologi AbbVie sebagai pendorong utama di balik prospek positif perusahaan.
Faktor Jangka Pendek dan Konteks Pasar
Perhatian investor saat ini juga terfokus pada beberapa katalis jangka pendek. AbbVie dijadwalkan akan merilis laporan pendapatan Kuartal II 2026 pada 31 Juli. Selain itu, perusahaan akan membayarkan dividen kuartalan sebesar $1,73 per saham, dengan tanggal *ex-date* jatuh pada 15 Juli.
Kenaikan saham AbbVie juga didukung oleh kondisi pasar yang sedikit positif, di mana indeks berjangka AS menunjukkan penguatan. Investor sedang mencerna sinyal meredanya inflasi global menjelang rilis data ekonomi penting minggu ini, termasuk angka inflasi konsumen (CPI) AS untuk bulan Juni.