Story

Harga Gandum Chicago Melonjak di Tengah Eskalasi Ketegangan Rusia-Ukraina

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 14, 20261 min read
Harga Gandum Chicago Melonjak di Tengah Eskalasi Ketegangan Rusia-Ukraina

Summary

Harga gandum berjangka naik tajam karena serangan Ukraina terhadap pelabuhan Rusia dan penolakan Moskow atas usulan gencatan senjata di Laut Hitam, yang memicu kekhawatiran atas gangguan ekspor.

Text size
Background

Harga gandum berjangka di Chicago melonjak pada hari Jumat setelah eskalasi ketegangan antara Ukraina dan Rusia memicu kekhawatiran baru tentang potensi gangguan pasokan dari wilayah Laut Hitam. Sentimen pasar memburuk setelah Ukraina dilaporkan menyerang sebuah pelabuhan Rusia dan Moskow menolak proposal gencatan senjata di kawasan tersebut.

Pemicu Kenaikan Harga

Kekhawatiran pasar dipicu oleh dua perkembangan utama. Pertama, militer Ukraina menyatakan telah menyerang kompleks pemrosesan kondensat gas Novatek milik Rusia di pelabuhan Ust-Luga di Baltik. Meskipun tidak ada kerusakan yang dilaporkan pada fasilitas biji-bijian, serangan tersebut meningkatkan persepsi risiko terhadap ekspor Rusia.

Kedua, Rusia pada hari Jumat menolak proposal gencatan senjata dengan Ukraina di Laut Hitam. Menurut laporan, Ukraina telah mengirimkan tawaran pada hari Kamis yang menyarankan penghentian serangan terhadap target sipil di wilayah tersebut, namun penolakan Moskow menandakan konflik akan terus berlanjut dan mengganggu jalur pelayaran utama.

Dampak di Pasar Komoditas

Di Chicago Board of Trade (CBOT), kontrak gandum paling aktif untuk pengiriman terdekat diperdagangkan naik 22-1/4 sen menjadi $6,75-1/2 per gantang pada pukul 10:40 waktu Chicago.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kenaikan harga gandum memberikan dukungan bagi komoditas biji-bijian lainnya, yang juga ditopang oleh harga minyak yang lebih tinggi.

  • Kedelai di CBOT diperdagangkan naik 4-1/4 sen menjadi $11,86-1/2 per gantang.
  • Jagung tercatat menguat 8-1/2 sen menjadi $4,80-1/2 per gantang.

Konteks Pasar Lebih Luas

Namun, kenaikan harga untuk jagung dan kedelai sedikit terbatas oleh prakiraan hujan di wilayah Midwest AS, yang dapat memperbaiki kondisi tanaman. Pasar pertanian saat ini juga sedang mencerna laporan bulanan dari Departemen Pertanian AS (USDA) yang menaikkan perkiraan areal tanam jagung dan kedelai AS untuk 2026, tetapi di sisi lain menurunkan proyeksi hasil panen.

Para pelaku pasar kini bersiap untuk tur lapangan besar minggu depan yang akan memberikan data dan informasi tambahan mengenai prospek hasil panen jagung dan kedelai di AS, yang menjadi faktor penting untuk pergerakan harga ke depan.

Back to latest news

LATEST