Story
Pemilik Virgin Media O2 Pertimbangkan Opsi untuk Pangkas Utang £22 Miliar, Lapor FT

Summary
Telefónica dan Liberty Global sedang menjajaki langkah-langkah untuk mengurangi tumpukan utang Virgin Media O2 sebesar £22 miliar di tengah aksi jual obligasi perusahaan yang dipicu oleh kekhawatiran investor.
Pemilik Virgin Media O2 (VMO2) dilaporkan sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk mengurangi tumpukan utang perusahaan yang mencapai £22 miliar. Langkah ini menyusul kekhawatiran investor terhadap kondisi keuangan grup telekomunikasi Inggris tersebut yang telah memicu aksi jual tajam pada obligasi perusahaan, menurut laporan Financial Times.
Tekanan dari Pasar Obligasi
Kekhawatiran pasar tercermin dari anjloknya harga obligasi VMO2. Menurut laporan FT, harga obligasi senior tanpa jaminan senilai sekitar £1,1 miliar telah turun tajam.
- Salah satu obligasi senilai $925 juta jatuh ke level terendah 57 sen per dolar pada hari Rabu, turun signifikan dari sekitar 78 sen pada awal Juli.
- Obligasi senior dengan jaminan, yang memiliki risiko lebih rendah, juga mengalami penurunan. Surat utang senilai $1,4 miliar mencapai harga 76 sen per dolar, turun dari 92 sen pada awal tahun.
Penurunan harga obligasi ini mengindikasikan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kemampuan perusahaan untuk membayar kembali utangnya, sehingga mereka menuntut imbal hasil yang lebih tinggi untuk memegang surat utang tersebut.
AdOpsi yang Dipertimbangkan
Untuk mengatasi masalah ini, para pemegang saham, Telefónica dan Liberty Global, sedang menimbang beberapa langkah strategis. Mengutip dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, FT melaporkan opsi-opsi yang sedang dipertimbangkan meliputi:
- Memotong dividen VMO2 yang diharapkan sebesar £200 juta untuk tahun ini.
- Mengurangi jumlah karyawan.
- Menurunkan belanja modal (capital expenditure).
Langkah-langkah ini bertujuan untuk memperkuat neraca keuangan VMO2 dan memulihkan kepercayaan investor di pasar kredit.