Story
Jumlah Anjungan Minyak AS Naik, Lalu Lintas di Selat Hormuz Nyaris Terhenti Pasca Serangan

Summary
Aktivitas pengeboran minyak AS mencapai level tertinggi sejak Mei 2025, sementara serangan terhadap dua kapal tanker di Selat Hormuz menyebabkan gangguan signifikan pada salah satu rute pelayaran minyak terpenting di dunia.
Aktivitas pengeboran minyak di Amerika Serikat menunjukkan peningkatan pekan ini, bersamaan dengan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz yang nyaris terhenti total setelah terjadinya sebuah serangan. Perkembangan ganda ini menciptakan sentimen beragam di pasar energi global.
Serangan di Selat Hormuz
Menurut laporan kantor berita resmi Uni Emirat Arab (UEA), WAM, dua kapal milik Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) diserang pada hari Kamis saat melintasi Selat Hormuz. Pemerintah UEA secara resmi mengkarakterisasi insiden tersebut sebagai serangan yang dilancarkan oleh Iran.
Akibat dari insiden ini, lalu lintas pelayaran yang melintasi selat strategis tersebut dilaporkan hampir terhenti pada hari Jumat. Volume transit mingguan juga telah turun di bawah rata-rata bulanan, menandakan adanya gangguan signifikan terhadap salah satu jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia.
Aktivitas Pengeboran AS Meningkat
Di sisi pasokan AS, perusahaan jasa energi Baker Hughes pada hari Jumat melaporkan bahwa jumlah anjungan minyak (rig) aktif bertambah satu unit pekan ini, sehingga totalnya menjadi 455 anjungan. Angka ini menandai level tertinggi yang tercatat sejak Mei 2025.
AdJumlah anjungan pengeboran merupakan indikator utama yang diawasi ketat oleh para pelaku pasar. Data ini seringkali dianggap sebagai sinyal awal mengenai arah produksi minyak mentah AS di masa depan, di mana peningkatan jumlah anjungan mengindikasikan potensi kenaikan pasokan.
Konteks Pasar
Kombinasi antara meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan sinyal kenaikan produksi AS memberikan gambaran yang kompleks bagi harga minyak. Gangguan di Selat Hormuz berpotensi menopang harga dalam jangka pendek akibat kekhawatiran pasokan, sementara peningkatan jumlah anjungan dapat menjadi faktor penekan harga dalam jangka menengah hingga panjang.
Sementara itu, data lain dari IIR Energy memproyeksikan kapasitas penyulingan AS yang tidak beroperasi akan berada di angka 163.000 barel per hari untuk pekan depan. Angka ini relatif stabil jika dibandingkan dengan tingkat penutupan kapasitas pada pekan ini.