Story
Saham Turki Turun, Indeks BIST 100 Mengakhiri Sesi Jumat dengan Penurunan 1,67%

Summary
Indeks acuan BIST 100 Turki ditutup turun 1,67% pada hari Jumat, didorong oleh kerugian yang meluas di berbagai sektor termasuk teknologi dan leasing. Lira Turki juga melemah terhadap dolar AS.
Indeks saham acuan Turki, BIST 100, mengakhiri sesi perdagangan Jumat dengan kerugian signifikan, turun 1,67% di tengah tekanan jual yang meluas. Penurunan tersebut didorong oleh pelemahan yang nyata di sektor Leasing & Factoring, Teknologi Informasi, dan Kayu, Kertas & Percetakan, menurut data pasar dari Investing.com.
Aksi Jual Massal yang Luas
Sentimen negatif terlihat jelas di seluruh Bursa Efek Istanbul, di mana saham yang turun jauh lebih banyak daripada saham yang naik. Data pasar menunjukkan 564 saham turun dibandingkan dengan hanya 75 yang naik, sementara 4 tetap tidak berubah, menunjukkan penurunan yang luas untuk ekuitas.
Saham-saham dengan kinerja terburuk pada sesi ini mengalami penurunan tajam, dengan beberapa mencapai titik terendah baru. Pergerakan utama meliputi:
- Ral Yatirim Holding AS (RALYH), yang turun 10,00%.
- Baticim Cimento Sanayi AS (BSOKE), yang juga turun 10,00% ke level terendah 52 minggu.
- Kiler Holding AS (KLRHO), yang turun 9,99% dan juga mencapai level terendah 52 minggu.
AdSaham-saham yang Menonjol dan Pergerakan Mata Uang
Meskipun pasar secara keseluruhan sedang menurun, beberapa perusahaan mencatatkan kenaikan yang signifikan. Europower Enerji (EUPWR) menjadi yang berkinerja terbaik, melonjak 9,96%. Diikuti oleh Efor Yatırım Sanayi (EFOR), yang naik 6,65%, dan Gubre Fabrikalari (GUBRF), yang naik 3,32%.
Di pasar mata uang, Lira Turki melemah terhadap dolar AS. Pasangan USD/TRY naik 0,75% menjadi 48,79. Sementara itu, Indeks Berjangka Dolar AS, yang mengukur nilai dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik tipis 0,10% menjadi 100,08.