Story
Harga Berjangka Kedelai Anjlok karena China Mengecualikan Tanaman Ini dari Kesepakatan Pengurangan Tarif

Summary
Harga berjangka kedelai Chicago anjlok tajam setelah perjanjian perdagangan baru AS-China gagal memasukkan komoditas pertanian utama tersebut dalam daftar pengurangan tarifnya, sehingga kontrak yang paling aktif ini mencapai harga terendah dalam lebih dari dua tahun.
Harga kedelai berjangka di Bursa Perdagangan Chicago (CBOT) turun tajam pada hari Senin setelah perjanjian pengurangan tarif baru antara Amerika Serikat dan China mengecualikan komoditas pertanian utama tersebut. Pengecualian ini merupakan kemunduran signifikan bagi petani AS, karena China adalah importir kedelai terbesar di dunia.
Rincian Perjanjian Perdagangan
Setelah pertemuan puncak baru-baru ini antara para pemimpin kedua negara, AS dan China sepakat untuk menurunkan tarif secara timbal balik atas barang impor senilai $60 miliar. Daftar bersama produk yang memenuhi syarat untuk pengurangan tarif dirilis oleh Gedung Putih dan Kementerian Perdagangan China.
Daftar tersebut mencakup beberapa produk pertanian AS, seperti minyak kedelai dan tepung kedelai. Namun, kedelai mentah, ekspor pertanian AS terbesar ke China, tidak termasuk. Ini berarti pengiriman kedelai AS akan terus menghadapi tarif tambahan 10%, tarif yang menurut para pedagang tidak dapat diterima oleh importir swasta China.
AdReaksi Pasar
Pasar bereaksi cepat terhadap berita tersebut. Kontrak berjangka kedelai CBOT November (SX26) ditutup turun 30-3/4 sen menjadi $12,88-1/4 per bushel.
Selama sesi perdagangan, kontrak yang paling aktif (Sv1) mencapai titik terendah intraday di $12,70-1/4 per bushel, level terendah sejak 31 Agustus 2024. Meskipun pembeli milik negara Tiongkok telah meningkatkan beberapa pembelian, keberlanjutan tarif diperkirakan akan terus membebani permintaan yang lebih luas.